alexametrics

30 Anak Dapat Vitamin, 14 Difabel Disuntik Vaksin

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Puskesmas Rowosari memfasilitasi Posyandu dan vaksinasi bagi penyandang disabilitas di Aula Kantor Kelurahan Rowosari, Tembalang. Bekerja sama dengan Yayasan Anne Avantie dan Perhimpunan Inti, sebanyak 30 anak mendapatkan pemeriksaan khusus dan pemberian vitamin. Sedangkan 14 lainnya disuntik vaksin dosis pertama, Senin (7/6/2021).

Aula seluas lapangan badminton itu menerima konsultasi gizi, pemeriksaan fisik, terapi wicara dan gerak, konseling dan parenting, hingga pemberian makanan tambahan. Sebanyak enam meja berjajar memberikan pelayanan yang beragam tersebut. Orang tua mengantarkan anaknya mulai pukul 08.00 hingga 11.30 siang.

Kepala Puskesmas Rowosari Mukti Setiawan mengatakan Posyandu telah rutin diadakan di wilayah tersebut. Senin kemarin merupakan kali ketiga. Selain itu, pihaknya juga melayani vaksinasi untuk kaum rentan penyandang disabilitas seperti imbauan pemerintah. “Kami adakan Posyandu di sini karena jumlah difabel di Rowosari dan Meteseh paling banyak, ada sekitar 80 anak,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pada pukul 10.00, pihaknya menjemput sebagian warga difabel yang belum datang untuk mendapat pemeriksaan. Didik Sugiyanto bersama Komunitas Rumah Difabel ikut berpartisipasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Diakuinya, awalnya ia turut mendorong Posyandu difabel di sana.“Kami ingin semua sahabat difabel mendapatkan akses pelayanan kesehatan sebagai hak warga negara. Jadi kami ikut membantu termasuk di stan permainan anak-anak,” jelasnya.

Baca juga:  Ratusan Karung Pakaian Bekas Diamankan

Didik sendiri baru menerima suntik vaksin tahap satu. Sedangkan anak yang belum sampai usia dewasa belum boleh divaksin. Saat koran ini tiba, Abizar, penyandang difabel berusia tujuh tahun sedang mengikuti terapi. Ia dilatih berbicara dan berkonsentrasi. Menurut ibunya, Mahsunah, kondisi anaknya membaik sebulan terakhir. Sekarang ia dapat melompat dengan dua kaki. “Tadi pas konsultasi gizi disarankan buat ngurangin coklat biar anak saya nggak terlalu hiperaktif,” tandasnya.

Menurut Mukti, Posyandu disabilitas yang rutin digelar di lokasi tersebut menjadi percontohan bagi pelayanan kesehatan penyandang disabilitas di Kota Semarang. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya