alexametrics

Tinjau Pemberdayaan Disabilitas, Stafsus Jokowi: Kota Semarang Bisa Menjadi Percontohan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo bidang sosial Angkie Yudistia mengapresiasi langkah Kota Semarang mewujudkan kota ramah disabilitas. Bahkan ia menyebut Ibu Kota Jateng ini layak sebagai kota percontohan.

Setelah bertemu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi, Angkie juga berkesempatan berkunjung ke pemberdayaan disabilitas Kota Semarang di sektor UMKM.

“Saya senang bisa ketemu langsung dengan penyandang disabilitas di Semarang. Bahkan mereka punya semangat untuk memulihkan ekonomi saat pandemi seperti sekarang,” kata Angkie kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (2/6/2021)

Dari data yang ada, lanjut Angkie, pada 2019 lalu sedikitnya  40 juta jiwa disabilitas di Indonesia, dan 4 juta jiwa disabilitas di Jawa Tengah, dan Kota Semarang termasuk yang memiliki perkembangan sangat pesat dalam memberdayakan kaum disabilitas.”Saya bangga disabilitas di Semarang bisa bergerak, bahkan Kota Semarang bisa menjadi kota percontohan untuk kemajuan disabilitas dalam bidang UMKM,” ujarnya.

Baca juga:  Rumah Makan Diimbau Tak Sajikan Prasmanan

Dua UMKM yang digawangi disabilitas berhasil membuat sabun. Salah satunya bahkan bisa memberdayakan mereka di bidang fashion. Menurut dia, hal tersebut menjadi bukti jika mereka bisa bangkit meskipun saat pandemi. “Saya lihat langsung optimisme mereka untuk bangkit,” jelasnya.

Menurut wanita kelahiran Medan 5 Mei ini, jika sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk penanganan disabilitas sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pada Hari Disabilitas Nasional beberapa waktu lalu.

Presiden, kata dia, merealisasikan tujuh peraturan pemerintah, dan dua peraturan presiden terkait dengan disabilitas di Indonesia. Hal inilah yang ingin disampaikan kepada pemerintah daerah untuk keberlangsungan disabilitas di masing-masing daerah.

“Misalnya dari vaksinasi, kami harapkan bisa menjadi prioritas untuk vaksinasi. Karena ketika kesehatan pulih, maka kita mendorong untuk ekonomi bangkit, di mana kelompok disabilitas ini dapat bekerja dan juga meningkatkan UMKM-nya,” tuturnya.

Baca juga:  Mulai Dijual, 4,1 Persen Tiket Terjual

Wal Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, jika untuk vaksinasi kaum disabilitas di Kota Semarang sudah masuk ke dalam 480 ribu dari total 1,7 juta jiwa yang sudah tervaksin. Pihaknya pun mengaku senang, Stafsus Presiden mau berkunjung dan melihat langsung disabilitas yang ada di Semarang.

“Untuk vaksinasi, data terakhir sudah mencapai 480 ribu dari 1,7 juta jiwa masyarakat Semarang mulai dari lansia, disabilitas, dan ada tambahan saat ini sudah masuk ada pekerja pariwisata,” katanya.

Dua UMKM yang menjadi tempat kunjungan Angkie, lanjut pria yang akrab disapa Hendi ini, sangat ia apresiasi meskipun tak jarang terbentur kendala seperti pemasaran, dan lainnya. Agar bisa bertahan, Hendi pun mewajibkan OPD (organisasi perangkat daerah) untuk bisa membeli produk yang dihasilkan UMKM disabilitas tersebut.

Baca juga:  Guru Penggerak dari SDN Sampangan 01 Ini Kenalkan Tembang Dolanan Sejak Dini

“Kita sangat mengapresiasi, karena mereka berani untuk membuat hal tersebut, dan nanti pemkot akan membantu pembelian produk mereka dengan mewajibkan teman-teman di dinas untuk membeli produk mereka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemkot Semarang juga sudah memberikan 2,5 persen kuota CPNS Semarang untuk penyandang disabilitas. Total ada ada sekitar 5.700 kaum disabilitas di Kota Semarang yang sudah bisa berkembang dalam peningkatan sosial ekonomi.

“Nanti dalam rekrutmen CPNS Kota Semarang dari total 1.000 formasi, ada 2,5 persen kuota untuk disabilitas yang bisa jadi PNS. Hal tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam pemenuhan hak dan cakupan akses pelayanan yang sama bagi kelompok disabilitas,” pungkasnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya