alexametrics

Urban Farming Perkuat Ketahanan Pangan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangTren urban farming di Kota Semarang berhasil membuat ketahanan pangan Ibu Kota Jateng semakin kuat. Bahkan hasil pertanian meningkat signifikan.

Hal itu diakui Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur.”Saat ini, hasil pertanian perkotaan mencapai 4.600 kuintal tanaman holtikultura. Di antaranya sayur dan buah-buahan,” kata Hernowo.

Sebelumnya, kontribusi tanaman pangan di Kota Semarang hanya menyumbang 11 persen dari kebutuhan pangan masyarakat. Sisanya didatangkan dari sekitar Semarang.

“Dengan pertanian perkotaan ini, hasilnya memang baru dipakai sendiri, memang tidak begitu besar namun ketahanan pangan setidaknya bisa tercukupi,” terangnya.

Kota Semarang, kata dia, memiliki 151 kelompok urban farming. Jumlahnya pun terus meningkat karena Dispertan getol menggelar pelatihan. Dari sisi hasil, bisa mencukupi pangan skala rumah tangga. Sementara beberapa urban farming yang masuk kelas usaha sudah dapat memasarkan hasil pertaniannya.

Baca juga:  BNN Sasar Angkutan Mobil Boks

“Yang kelompok-kelompok urban farming kemarin sebenarnya untuk mendukung kampung siaga Covid-19. Saat ini, sudah cukup banyak urban farming skala usaha. Dan kebanyakan dari anak-anak muda,” tambahnya.

Pihaknya terus menggerakkan budidaya pertanian untuk masyarakat perkotaan. Tujuannya menjaga ketahanan pangan. Tak jarang generasi milenial pun dilibatkan. Disinggung terkait anggaran khusus, sampai saat ini belum ada anggaran khusus urban farming.

“Saat ini belum ada anggaran khusus itu, namun kalau masyarakat atau kelompok tertentu membutuhkan bantuan bibit, akan kami bantu dengan pelatihannya,” pungkasnya. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya