alexametrics

Jangan Salfok Sama Namanya, Tradisi Syawalan di Kampung Jaten Cilik Bagikan Ketupat Unik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Meski pandemi Covid-19, tradisi Syawalan di Kampung Jaten Cilik Kota Semarang tetap digelar. Seluruh warga, mulai anak-anak sampai orang tua membagikan ketupat jembut kepada warga sekitar dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes), Kamis (20/5/2021).

Start acara mulai suara adzan Subuh dikumandangkan dari Masjid Roudhotul Muttaqiin. Kemudian dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah. Kemudian warga berkumpul untuk berdoa sambil membagikan ketupat jembut kepada warga sekitar. Ketupat jembut merupakan sebutan ketupat yang dalamnya ketupat ada sayuran taoge.

“Biasanya setelah salat Shubuh warga berkumpul di dalam masjid untuk berdoa. Kemudian ketupat khas Syawalan itu dibagikan dan dimakan bersama,” kata Ketua Takmir Masjid Roudhotul Muttaqiin, Masroni.

Baca juga:  Mayat Perempuan Mengambang di Sungai Bugen, Kepalanya Terbungkus Plastik

Menurutnya, ciri khas dari ketupat jembut adalah olahan makanan ketupat yang di tengahnya diberi taoge yang keluar dari bungkus ketupat. Seolah seperti rambut. “Untuk memeriahkan tradisi, anak-anak di kampung Jaten Cilik melakukan kegiatan keluar rumah sambil berebut Ketupat Jambut serta uang,” imbuhnya.

Salah seorang warga, Kausar mengaku tradisi Ketupat Jembut ini menjadi tetenger di Kampung Jaten Cilik. Ini berbeda dengan daerah lain. Digelar setelah satu minggu setelah perayaan Idul Fitri. “Memang kedengarannya Kupat Jembut itu aneh. Tetapi hanya Kampung Jaten Cilik yang memiliki tradisi semacam ini,” katanya. Tentunya sebagai generasi muda, harus bisa mempertahankan tradisi ini, sehingga bisa diturunkan kepada anak cucu selanjutnya. (hid/ida)

Baca juga:  Satpol PP Kota Semarang Akhirnya Segel Kos Mesum

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya