alexametrics

Datangi Rumah Lansia yang Tak Mau Divaksin

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Vaksinasi telah berjalan dua bulan lebih. Namun di Kecamatan Gunungpati baru 35,5 persen lansia yang sudah disuntik vaksin. Banyak yang menolak divaksin karena takut dan merasa tidak perlu. Akhirnya tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Gunungpati berkeliling desa. Bila masih tak mau datang, lansia dihampiri ke rumahnya.

Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Gunung Pati Destya Sari berkeliling dengan timnya ke-11 kelurahan dan rumah warga. Tim dengan empat anggota tenaga kesehatan ini telah berkeliling selama dua minggu. Hal tersebut dilakukan karena sedikitnya lansia yang datang ke puskesmas dan kantor kelurahan.

“Ini karena cakupan wilayah lebih luas. Jadi banyak yang rumahnya jauh dari kelurahan dan nggak ada kendaraan. Akhirnya kami keliling RW. Kalau masih banyak alasan, kami yang akan mendatangi ke rumahnya,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, kendala utama di kalangan warga desa, karena ketakutan para lansia. Selain itu, sebagian keluarga tidak mendukung orang tuanya melakukan vaksin, bahkan melarang. Bila tak dapat dibujuk dengan baik, maka dengan terpaksa dibiarkan.

Baca juga:  Lima Tahun Beroperasi, Trans Jateng Layani 15,7 Juta Penumpang

“Kan vaksin nggak boleh dalam keadaan terpaksa. Kalo ngeyel nggak mau ya sudah. Yang penting kami hampiri ke rumahnya dan sudah dibujuk semampunya,” imbuh kader kesehatan, Dwi Ari Riyanawati.

Di kalangan desa, peran kader kesehatan bisa dikatakan sangat besar. Para lansia cenderung mendapat informasi kesehatan dan vaksinasi melalui kader tersebut secara langsung. Karena tak semua keluarga mau memperhatikan perihal vaksin.

Begitu halnya dengan Tumilah, lansia yang datang untuk vaksin kedua di Musala Miftahudin Surur di RW 02 Desa Sumurejo. Ia mengaku mendapat info vaksinasi dari kader kesehatan. Bahkan untuk vaksin kedua juga kader yang mengingatkan.

Hingga kini 2.420 lansia telah disuntik vaksin tahap pertama. Masih 35 persen dari jumlah total lansia di Gunungpati sebanyak 6.857 orang. Pihaknya masih terus berkeliling hingga H-1 Lebaran. Lalu dilanjutkan setelah libur hari raya. “Besok kami lanjut ke RW 2. Seterusnya mana daerah yang masih banyak lansia yang belum vaksin,” tutup Destya. (cr1/ida)

Baca juga:  Aturan Baru JHT, Perparah Kemiskinan Jateng

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya