alexametrics

Pemkot Semarang Upayakan 150 Sekolah Swasta Gratis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangProgram sekolah swasta gratis bakal ditambah. Pemkot Semarang menargetkan tahun depan ada 150 sekolah swasta gratis.

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai memimpin upacara peringatan HUT ke-474 Kota Semarang, Minggu (2/5/2021).

“Sekolah gratis untuk swasta ada 80, tahun depan saya berencana meningkatkan paling tidak 150 sekolah,” tegas Hendi-sapaan akrabnya-.

Pendidikan adalah hal yang vital dan wajib dikembangkan. Dengan pendidikan, penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter bisa dihasilkan.

Selama ini proses pembelajaran menerapkan sistem dari, lantaran pandemi Covid-19. Meksi begitu menurutnya ada sisi positif maupun negatif.

“Sisi positifnya anak-anak jadi melek teknologi. Tapi minusnya, anak-anak jadi minim pergaulan dan interaksi sosial,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, pendidikan berbasis online harus dikombinasikan dengan tatap muka. Syaratnya, tetap mempertahankan protokol kesehatan.

“Kita harus lakukan keduanya, daring dan luring. PTM saat ini sudah diterapkan, anak-anak yang dalam masa pertumbuhan mulai dari TK, SD, SMP harus punya jaringan, punya teman dan bisa mengembangkan diri,” bebernya.

Hendi berharap Juli nanti bisa membuka sekolah luring untuk tingkat SMP dan SD. Selama pembelajaran daring, anak-anak memang lebih dekat dengan orang tua. Namun dari dari sisi pengembangan diri dan attitude justru jadi kurang berkembang.

Baca juga:  Bangunan Tua di Kulitan Roboh, Satu Tewas

“Ya, mereka kurang berkembang karena tidak adanya pergaulan dengan teman dan gurunya, pasti beda dengan generasi sebelumnya, makanya Juli mendatang kita coba PTM dibuka,” pungkasnya.

Agustinus Sarjan tunjukkan proposal bantuan dana pendamping BOS yang diajukan ke Pemkot Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sekolah Tidak Boleh Minta Iuran Sekecil Apapun

Pemerintah Kota Semarang telah sukses menggelar program sekolah swasta gratis. Program tersebut telah diterapkan pada 2020. Diharapkan pihak sekolah tidak lagi meminta iuran kepada orang tua siswa.

Di antaranya SMP Islam Nudia, yang berada di Jalan Kenconowungu IV/V Karangayu, dan SD Pangudi Luhur Servatius Gunung Brintik, Jalan DR Sutomo.

Kepala SMP Islam Nudia Drs Musyafa’ mengatakan, sekolahnya mendapat bantuan Rp 313 juta dalam setahun. Anggaran tersebut untuk membantu 174 siswa. Setiap siswa mendapat bantuan Rp 150 ribu per bulan selama setahun. Uang tersebut untuk pengganti SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan). Dana 60 persennya untuk bayar honor guru dan tenaga pendidik, sedangkan sisanya biaya operasional sekolah.

Baca juga:  AC Kurang Dingin Paling Banyak Dikeluhkan Penumpang Trans Semarang

“Karena sudah mendapat bantuan itu, maka sekolah tidak boleh meminta lagi iuran sekecil apa pun, misal alasan untuk biaya evaluasi semester atau tengah semester. Tidak boleh,” Musyafa’.

Bantuan perdana tersebut cair pada April 2021. Namun bantuan itu sudah diterapkan sejak Januari lalu. Sehingga beberapa anak yang sudah bayar dikembalikan.

“Jadi Januari-April, bagi siswa yang terlanjut bayar sudah kami siapkan dana tersebut untuk dikembalikan. Semua sebagai bentuk komitmen kami, karena sudah menerima bantuan dari pemkot, maka otomatis sekolah gratis,” jelasnya.

Diakuinya, sebelum mendapat bantuan, ada beberapa siswa tiga tahun tidak mampu bayar sekolah. Ia sangat bersyukur ada bantuan dari pemkot meski jumlahnya masih pas-pasan. Musyafa’ berharap ke depan jumlah siswa penerima bantuan bisa semakin banyak.

“Sekolah gratis tentu meringankan beban orang tua. Kami ucapkan terimakasih atas bantuan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu. Semoga dengan adanya bantuan ini, ada peningkatan mutu, kualitas dan kuantitan di sekolah kami,” ungkapnya.

Senada dikatakan Kepala SD Pangudi Luhur Servatius Gunung Brintik, Semarang Agustinus Sarjan. Pada 2020 ada 97 siswa  yang mendapat bantuan, dengan anggaran Rp 145.500.000. Sedangkan tahun ini  mendapat bantuan anggaran Rp 136.500.000 untuk 91 siswa.

Baca juga:  BLK Semarang Cooking Class Perdana, Ajarkan Menu asal Korea

Agustinus mengatakan, setiap siswa mendapat Rp 1,5 juta dalam setahun. Semua untuk pengganti SPP dan kebutuhan sekolah, termasuk honor guru. “Penerapannya sesuai acuan juknis yang dibuat, dalam hal ini sesuai RKAS (rencana kerja anggaran sekolah),”ungkapnya.

Ia memastikan semua gratis. Tidak ada pungutan lagi kepada siswa.  “Kucuran dana dari pemkot sangat lancar. Sepanjang persyaratan lengkap,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya bantuan pendamping BOS, sekolahnya bisa semakin maju.

“Apalagi kami khusus mendampingi anak-anak berkebutuhan sosial atau istilahnya anak miskin. Semoga ke depan lancar terus,” harapnya.

Salah satu siswi kelas 6 pada SD Pangudi Luhur Servatius Gunung Brintik, Rismala Nur Azizah, mengaku senang dengan bantuan itu. Karena teman-temannya dari kelas 1 sampai kelas 6 semua mendapatkan kesempatan belajar gratis.

“Orang tua senang dengan bantuan ini, sangat terbantu. Saya berterimakasih kepada bapak Hendi dan ibu Ita,” ujarnya lugu. (den/jks/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya