alexametrics

Ini Tiga Lokasi yang Disiapkan UIN Walisongo untuk Rukyah Hilal Ramadan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Lembaga Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menggelar rukyatul hilal (melihat bulan) untuk penentuan 1 Ramadan 1442 H di tiga lokasi. Tim hisab rukyah UIN Walisongo Senin (12/4/2021) akan dibagi di Menara Al Husna Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Pelabuhan Kendal dan Menara Rukyah Banyurip Tuban Jawa Timur.

Kepala LP2M UIN Walisongo M Rikza Chamami MSi mengatakan kegiatan hisab dan rukyah ini rutin dilakukan LP2M bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo. Tim pakar falak yang berasal dari dosen-dosen astronomi Islam ini sudah menghitung posisi hilal dan sudah menentukan jadwal imsakiyyah. Antusiasme masyarakat sangat besar sekali untuk meminta jadwal imsakiyyah Ramadan tahun ini.

Baca juga:  Kronologi Pembunuhan Satpam Focus Nusantara, Minta Diantar ke Toilet, Korban Dipukul Batu

“Untuk menentukan awal Ramadan diperlukan sidang itsbat Kemenag, yang di-support laporan hasil rukyah hilal dari berbagai daerah di Indonesia” ujar Rikza yang juga Sekretaris Korwil Semarang Raya PW Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah ini.

UIN Walisongo ikut berperan serta membantu pemerintah dalam penentuan awal Ramadan ini. Tim hisab rukyah sudah bekerjasama dengan Kantor Kemenag Jawa Tengah dan instansi terkait dalam proses ini.

Ketua Jurusan Ilmu Falak Moh Khasan M.Ag menegaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan dengan matang tim rukyah. “Tim rukyah sudah melakukan perhitungan hisab awal bulan Ramadan sesuai titik lokasi rukyah. Selanjutnya tim rukyah melakukan rukyatul hilal di beberapa titik lokasi rukyah dengan menggunakan berbagai alat rukyah yang paling canggih,” ujar Khasan.

Baca juga:  Stok Pakan Semarang Zoo Aman untuk Tiga Bulan ke Depan

Kalau dilihat dari kajian akademik sebelumnya, diketahui bahwa hilal posisinya sudah cukup tinggi. Tinggi hilal untuk seluruh wilayah Indonesia saat dilaksanakannya rukyatul hilal sudah lebih dari 2,5 derajat, sedangkan nilai elongasinya (jarak hilal ke Matahari) mayoritas sudah melebihi 4 derajat. Artinya, dilihat dari faktor tersebut membuka kemungkinan hilal bisa dilihat, karena sudah memenuhi kriteria imkanurrukyah MABIMS.

Dalam hal ini, LP2M dan Jurusan Ilmu Falak UIN Walisongo sudah membekali tim rukyah yang disebar dengan alat rukyah memadai dan representatif. Mulai dari teleskop motorik, baik dengan mounting altazimut ataupun ekuatorial, serta dilengkapi kamera CMOS untuk menangkap, mendokumentasikan serta merekam citra hilal. Dengan begitu kesaksian hilal yang muncul diharapkan bisa lebih valid dari prespektif astronomis. “Semoga cuaca hari esok mendukung sehingga pelaksanaan rukyah bisa berjalan dengan baik,” pungkas Khasan. (hid/ida)

Baca juga:  Ganjar Siap Luncurkan Bank Khusus UKM dan Petani

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya