alexametrics

Minim Penerangan, Warga Ketakutan Melintas di Jalan Puntan Raya saat Malam Hari

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kondisi di sepanjang Jalan Puntan Raya dikeluhkan warga setempat. Gelap saat malam. Sejumlah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dalam kondisi mati. Dikhawatirkan kondisi tersebut berpotensi menimbulkan aksi kriminalitas.

Wahyono, 23, warga Puntan, Kecamatan Gunungpati mengatakan, setiap malam jalur tersebut memang sepi orang yang melintas lantaran gelap minim penerangan. “Di atas pukul 21.00 jarang yang berani melintas sini karena gelap,” kata Wahyono Sabtu (3/4/2021).

Menurutnya, jika PJU menyala dan suasana tidak gelap, warga yang melintas juga akan mendapatkan rasa aman dan nyaman. Dikatakannya, karena kondisi gelap tersebut tepatnya di Jembatan Puntan banyak muda-mudi melakukan kegiatan negatif. Seperti mabuk-mabukan. Apalagi lokasinya yang jauh dari pemukiman. “Saya sendiri pernah memergoki anak-anak usia SMA lah di situ, sedang minum sepertinya, karena ada botol minuman,” terangnya.

Baca juga:  PKS Semarang Gelar Kenduri dan Serap Aspirasi Bersama Puluhan Nelayan Pesisir Utara Jawa

Pantauan dilokasi, Jalan Puntan Raya merupakan jalur alternatif menuju Cepoko. Jalur tersebut selalu dipilih pengendara yang hendak ke Gunungpati karena sepi. Kondisi jalan juga halus, namun banyak tikungan. Di setiap tikungan terdapat dua tiang PJU. Masyarakat setempat mengatakan PJU tersebut kondisinya mati. Khususnya di sepanjang jembatan Puntan. ”Kalau melintas malam hari gelap gulita. Yang dikhawatirkan ada orang jahat yang akan melakukan aksi kejahatan,” tuturnya.

Salah satu pengendara yang kerap melintas di jalur tersebut, Novianto, 38, memberi kesaksian jika dirinya pernah melihat ibu-ibu terperosok dari arah Cepoko menuju Puntan. Tepatnya setelah jembatan. Jalan setelah jembatan jika dari arah Cepoko memang langsung menikung dengan sudut hampir 90 derajat. “Ditambah posisi setelah tikungan langsung tanjakan, kejadian itu sudah beberapa hari lalu, kemungkinan ibu-ibu tersebut tidak bisa melihat jalan karena posisinya kan lagi hujan setelah jembatan kaget ada tikungan langsung terperosok,” ujar warga Patemon Gunungpati.

Baca juga:  Implementasi Flipped Classroom dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Setiap harinya, ia melintas di jalur tersebut. Menurutnya, melintasi jalur tersebut jika dari Puntan menuju Cepoko memang lebih cepat. Ia juga berharap, kondisi tersebut diperhatikan oleh pemerintah dan pihak terkait. (ewb/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya