alexametrics

Yakin Koran Tetap Eksis di Tengah Era Digital

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Usaha Kawan, agen koran yang berdiri sejak 1967 ini terbilang agen paling tua di Kota Semarang. Agen yang beralamat di di belakang Gereja Blenduk, Jalan Garuda nomor 1, Kota Lama, Semarang ini, telah dikelola oleh generasi ketiga.

Kali pertama berdiri, agen koran ini dikelola oleh ayah Setyaningrum bernama alm. Sukron alias Sukiran yang pensiunan anggota Corps Polisi Militer (CPM). Lantas berlanjut ke adik Setyaningrum bernama Rohyok Sujono. Namun Rohyok menyusul sang kakak, menghadap Yang Kuasa. Setyaningrum akhirnya turun tangan meneruskan usaha agen koran sejak enam tahun lalu. Hanya saja mulai fokus total baru 3 tahun terakhir setelah adiknya meninggal. “Ini nanti juga turun ke anak saya, jadi usahanya tetap dilanjutkan,” kata Setyaningrum, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kediamanya, Selasa (30/3/2021).

Baca juga:  Taekwondo Jateng Lolos 18 Nomor

Diakuinya dari agen koran pula, ayahnya bisa membiayai enam anaknya sekolah dan dua lainnya sampai jenjang kuliah. Namun semua itu tidak instan. Ayahnya tidak lantas memiliki agen besar. Kala itu, semenjak ayahnya pensiun dari CPM, ekonomi keluarganya memang susah. Sukron pun mengawali menjadi peloper koran hingga menjadi agen koran besar.

“Jadi mengalir untuk usaha ini. Kalau masa keemasan koran seingat saya tahun 1980-an. Dulu sekali jualan, bisa sampai 80 ribu eksemplar sekali edar. Sewaktu itu saya baru berumur 25 tahun,” kata ibu tiga anak kelahiran Kandangan (Kalsel), 16 Mei 1955 ini.

Kini, oplah koran merosot tajam karena teknologi internet dan pandemi Covid-19. Jumlah peloper pun menurun. Semula ada 150 orang, kini tinggal 10 hingga 20 peloper koran. Namun demikian, ia yakin koran akan tetap bertahan. Sekalipun marak media digital. “Koran itu beritanya lebih detail ketimbang media digital,” kata ibu dari Romi Candra, Ira, dan Afita ini.

Baca juga:  SPAK Sasar Kader PKK dan Gerakan Organisasi Wanita

Suami Setyaningrum, Bati Mulyono meminta Jawa Pos Radar Semarang untuk menyajikan berita yang disukai publik, memperbanyak berita Semarangan, dan konsisten memihak publik. Menurutnya koran tetap ada masanya dan harus memiliki daya tahan serta lebih jeli menyajikan berita. “Selamat HUT ke-21 Jawa Pos Radar Semarang, wartawannya harus lebih diperbanyak masuk ke pelosok-pelosok dan ditambah personelnya, Meski ada perkembangan sosmed, jangan kalah,” pesan Bati penuh semangat. (jks/ida)

 

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya