alexametrics

Rokok Ilegal Senilai Rp 21,85 Miliar Dibakar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 25,6 juta batang rokok ilegal dimusnahkan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Semarang, Kamis (25/3/2021). Penindakan barang ilegal ini berhasil menyelamatkan kerugian negara hingga Rp 11,66 miliar.

“Pemusnahan ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus menjaga dunia usaha agar melegalkan semua aktivitasnya,” ungkap Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani kepada Jawa Pos Radar Semarang di sela pemusnahan, kemarin.

Puluhan juta batang rokok ilegal yang dimusnahkan ini hasil penindakan Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jateng dan DIJ, KPPBC Semarang, KPPBC Kudus, KPPBC Tegal dan KPPBC Magelang, selama periode Januari 2019 hingga Januari 2021.

“Total nilai barang yang dimusnahkan sebesar Rp 21,85 miliar. Potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 11,66 miliar,” bebernya.

Baca juga:  Anggota Kelompok Pembatik Kampung Batik Durenan Rela Jadi Pelatih Panggilan

Barang Milik Negara (BMN) dimusnahkan itu di antaranya 20 kilogram tembakau iris, 6.800 keping pita cukai rokok yang diduga palsu, 32 buah alat pemanas, 93 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), dan 3.560 ml Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL).

Pemusnahan ini serentak dilakukan di empat lokasi, yaitu di KPPBC Semarang, KPPBC Kudus, KPPBC Tegal, dan KPPBC Magelang. Rinciannya, KPPBC Semarang (BMN Kanwil DJBC Jateng DIJ dan KPPBC Semarang) rokok jenis SKM (sigaret kretek mesin) dan SKT (sigaret kretek tangan) sebanyak 16,18 juta batang. Nilai BMN Rp 12,19 miliar, dengan potensi kerugian negara Rp 6,23 miliar.

KPPBC Kudus memusnahkan, jenis BMN alat pemanas 32 buah, pita cukai rokok (diduga palsu) 6.800 keping, rokok SKM 8,34 juta batang, serta rokok SKT berjumlah 29,47 ribu batang. Nilai BMN Rp 8,51 miliar, dengan potensi kerugian negara Rp 4,72 miliar.

Baca juga:  Pantai Marina Semarang Diserbu Pelancong

KPPBC Tegal berupa rokok SKM 553,47 ribu batang. Nilai BMN Rp 560 juta, dengan potensi kerugian negara Rp 370 juta.

Keempat, KPPBC Magelang memusnahkan Rokok SKM, SKT, dan KLM 557,64 ribu batang. Tembakau Iris 20.005 gram, MMEA 93.490 ml, dan HPTL 3.560 ml. Nilai BMN Rp 570 juta, dengan potensi kerugian negara Rp 330 juta.

“Rokok ilegal yang dimusnahkan merupakan hasil sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti TNI, Polri, Kejaksaan, dan juga Satpol PP serta instansi terkait lainnya,” katanya.

Dikatakan, periode 2020 hingga 2021 juga telah berhasil melakukan 433 penindakan dengan jumlah rokok ilegal sebanyak 62,6 juta batang. Pengungkapan ini merupakan sinergi Bea Cukai di wilayah Kanwil DJBC Jateng dan DIJ yang bersinergi dengan APH.

Baca juga:  Operasi Patuh Candi, Polisi Mobile Rekam Pelanggaran

“Nilainya sebesar Rp 65 miliar, dengan potensi kerugian negara yang terselamatkan mencapai Rp 38,4 miliar,” jelasnya.

Askolani menambahkan, upaya pemberantasan rokok ilegal akan terus dilakukan dari hulu hingga hilir. Pihaknya mengimbau kepada para pengusaha yang belum legal untuk berusaha secara legal, karena legal itu mudah.

“Hal tersebut dilakukan dalam rangka pengamanan keuangan negara, penciptaan iklim usaha yang sehat, dan kelancaran pembangunan. Jajaran Bea Cukai di seluruh daerah akan memberikan pelayanan terbaik dan berintegritas,” katanya. (mha/hid/aro)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya