alexametrics

Dari 105 Bangunan, Tersisa Enam Bangunan yang Belum Dibongkar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangPembongkran hunian liar bantaran Kali Es, Sawah Besar kembali dilanjutkan Satpol PP Kota Semarang, Kamis (25/3/2021). Dari total 105 bangunan, kini hanya tersisa enam bangunan yang belum dibongkar.

Pembongkaran bangunan liar berupa rumah dan pedagang kaki lima (PKL) ini dilakukan karena Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana akan melakukan normalisasi Kali Es, agar wilayah Gayamsari, Sawah Besar dan Semarang Timur tidak lagi tergenang air.

“Kemarin Senin (22/3/2021) warga meminta waktu untuk mengemas barang. Kamis (25/3/2021) ini, kami lanjutkan, bukan hanya bangunan pohon yang ada di bantaran juga kita tertibkan,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto.

Baca juga:  Progres Alun-Alun 62 Persen

Fajar menjelaskan, dari total 105 bangunan liar yang ada saat ini masih menyisakan enam bangunan yang belum ditertibkan. Dikarenakan masih ada permasalahan komunikasi antara pemilik bangunan. “Tinggal enam, April nanti kami pastikan sudah terbongkar,” jelasnya.

Pihaknya memberikan waktu kepada pemilik bangunan yang masih tersisa selama sepekan kedepan untuk mengosongkan bangunan. Jika tidak petugas akan tetap membongkar bangunan karena keperluan pembangunan dan normalisasi Kali Es.”Ada lima kios punya Pak Bambang dan satu milik Pak Darmadi,” tuturnya.

Secara keseluruhan, pembongkaran kedua yang menggunakan tiga alat berat ini bercalan lancar. Setelah pembongkran usai, BBWS akan langsung melakukan normalisasi karena kontrak yang ada harus diselesaikan tahun ini.

Baca juga:  Soal Pembongkaran Genting Puskesmas Jambu oleh Pemborong, Begini Penjelasan Kontraktor

“Ini BBWS akan langsung mulai pekerjaan. Yang masih berdiri (bangunannya) biar ditinggal dulu. Kamis depan saya pastikan akan datang lagi ke sini untuk memastikan bangunan itu harus sudah rata,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman mengatakan, pihaknya mengapresiasi kesadaran warga, karena merelakan rumah dan tempat berjualan dirobohkan oleh Satpol PP Kota Semarang.

“Ini bukti kalau Satpol PP nggak ngawur, sebelumnya sudah ada sosialisasi ataupun kesepakan. Pemkot juga telah menyediakan rumah susun dan pondok boro bagi warga. Pedagang pun sudah disiapkan tempat relokasi,”katanya.

Menurut dia, pembongkaran dan normalisasi di Kali Es ini memang perlu dilakukan, apalagi warga ini tinggal di bantaran sungai dan tidak memiliki hak. Normalisasi dilakukan untuk pengentasan banjir di kawasan Semarang Timur.

Baca juga:  Defisit Anggaran, Sejumlah Proyek Ditunda

“Warga sudah dewasa juga, tidak ada perlawanan. Mungkin sadar karena program dari Pak Wali ini memang untuk Kota Semarang yang lebih baik,” pungkasnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya