alexametrics

Tanggul Pemecah Gelombang Ditarget Kelar Akhir Maret

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tanggul pemecah gelombang sepanjang 200 meter di Tambaklorok kembali dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Target pembangunan selesai akhir Maret 2021 ini.

Sebelumnya, tanggul tersebut sudah pernah dibangun tetapi rusak akibat gelombang tinggi. Lurah Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Margo Hariyadi mengaku semenjak tanggul rusak, gelombang laut menghantam rumah warga sehingga banyak yang rusak. Terutama warga di RT 1 RW XV, rumahnya banyak yang rusak dan ditinggalkan. Sebagian warga mengungsi di rumah saudaranya. Bahkan sebagian yang lain mengontrak. “Meski begitu, masih ada warga yang tetap bertahan di rumahnya yang kondisinya memprihatinkan,” katanya, Selasa (16/3/2021).

Baca juga:  Peduli Penyandang Disabilitas, RS Panti Wiloso Dr Cipto Gelar TOT

Margo berharap pembangunan tanggul tersebut segera selesai. Dengan begitu, warga bisa segera membangun rumahnya kembali dengan aman dan terhindar ombak besar. “Kalau pembangunan tanggul tak kunjung selesai, rumah warga akan rusak lagi,” katanya khawatir.

Sedangkan pengawas proyek Mustarom mengatakan, proyek pembangunan tanggul pemecah gelombang sepanjang 200 meter dengan lebar tiga meter tersebut, pembagunannya dilakukan sejak 1 Pebruari dan ditargetkan selesai pada 30 Maret ini. Selama ini kendalanya adalah cuaca buruk yang melanda di sepanjang Pebruari lalu. “Bersyukur, sekarang cuaca sudah bagus,” katanya.

Mustarom mengaku pembangunan tanggul pemecah gelombang ini menggunakan pemancangan bambu, kemudian di tengahnya diberikan batu penahan gelombang laut. “Dengan begitu, bentangan pemecah gelombang ini sangat kuat dan lebih tahan lama,” jelasnya. (hid/ida)

Baca juga:  Empat Tahun Pimpin Semarang, Hendi-Ita Dapat Kejutan

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya