alexametrics

Pemkot Semarang Sudah Bisa Rawat Taman lewat Smartphone

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemkot Semarang mengaplikasikan konsep smart city dalam pembangunan dan perawatan taman. Terbaru, menambah sistem siram otomatis pada Taman Tugu Muda. Menggunakan sensor kelembaban. Alat akan menyiram secara otomatis jika angka kelembabannya rendah.

“Sistem ini bisa menyiram tamanan secara otomatis jika kelembabannya di bawah 25 persen. Sistem ini juga lebih efektif dan efisien dibandingkan melakukan penyiraman secara manual,” kata Kabid Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati.

Pipie begitu ia disapa menjelaskan, sistem ini bisa dikendalikan jarak jauh, menggunakan smartphone. Sementara ini, uji coba dilakukan di Tugu Muda. Ke depan akan dipasang di Simpang Lima. Sistem ini  dikendalikan  melalui  website  dan  dioperasionalkan dengan tiga cara, yakni menggunakan smartphone atau komputer, secara otomatis dan manual.

Baca juga:  Satu Gerbong hanya Ada Satu Penumpang di KA Luar Biasa

“Sistem penyiraman otomatis di Taman Tugu Muda adalah sistem untuk memudahkan dalam hal penyiraman dan pengotrolan taman. Serta menunjang Semarang Smart City,” terangnya.

Mengenai biaya, juga lebih efisien. Untuk perpanjangan domain dan hosting dalam satu tahun Rp 1,5 juta. Sementara biaya aktivasi data internet sim card sebesar Rp 200 ribu per bulan.

“Total angagran yang dikeluarkan sebesar Rp 200 jutaan, sistem juga memiliki flow meter yang akan memberikan laporan kebutuhan air yang sudah disiramkan dan dilengkapi dengan sensor level air,” tandasnya.

Inovasi yang dilakukan tersebut mendapat apresiasi dari Komisi C DPRD Kota Semarang. Kemarin (15/3/2021) dewan yang membidangi masalah infrastruktur ini pun meninjau Taman Tugu Muda. Melihat secara langsung cara sensor kelembaban bekerja.

Baca juga:  Keong Tewas Dikeroyok Lima Orang di Kamarnya

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, HM Rukiyanto mengatakan, penataan taman seperti di Tugu Muda ini perlu diapresiasi. Namun ada beberapa hal yang menjadi perhatian. “Kabel-kabel dibeberapa titik kurang rapi dan harus dirapikan lagi,” ujarnya.

Pihaknya, berharap, sistem penyiraman otomatis ini bisa diterapkan di taman lain. Menurutnya, secara teknologi sudah bagus, namun perlu dilihat ketahanannya bagaimana jangka waktu tertentu, akurasinya berapa lama.

“Secara prinsip kami mendorong pemeliharaan tanah dengan cara yang inovatif dan smart. Apalagi taman adalah perwajahan kota,” tambah wakil ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono. (den/mg6/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya