alexametrics

Jelang Nyepi, Umat Hindu Sucikan Diri dan Alam melalui Melasti

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Puluhan umat Hindu dari berbagai daerah melakukan upacara Melasti yang berlangsung di pantai Marina, Semarang kamis  (11/3/2021). Melasti merupakan rangkaian hari raya Nyepi yang jatuh pada Minggu (14/3/2021).

Yang menarik, pada Melasti kali ini pengambilan air suci dilakukan di tengah laut dengan melakukan sejumlah protokol kesehatan. Selain mengambil air suci, umat yang berjumlah 12 orang kemudian melepas seekor bebek.

Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang, Nengah Wirta Dharmayana mengatakan umat Hindu dari berbagai daerah itu melakukan upacara Melasti yang dimulai pukul 07.00 yang bertujuan untuk pembersihan diri dan alam.“Jadi upacara Melasti ini bertujuan untuk membersihkan semua sifat dan perilaku buruk dengan Tirta Air yang diambil dari laut,” katanya.

Baca juga:  Bikin Dag-Dig-Dug, Tongkang Senggol Pondasi Tower SUTT

Selanjutnya pada Sabtu (13/3/2021) nanti, akan dilakukan Tawur Agung Kesanga di Pura Agung Giri Natha. Menurutnya Tawur Agung Kesanga itu bertujuan untuk membersihkan Jagat Bhuana Alit dan Bhuana Agung berdasarkan pada konsep ajaran Tri Hita Karana yakni hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, antar sesama manusia dan antara manusia dengan alam dan lingkungan.

“Tawur yang berarti membayar atau mengembalikan bermakna manusia yang selalu mengambil sumber alam untuk mempertahankan kehidupannya sehingga wajib melakukan persembahan kepada alam beserta semua isinya sebagai wujud penghormatan dan keselarasan dengan alam sehingga manusia terhindar dari sifat buruk serta tindakan yang merusak alam dan lingkungan,” jelasnya

Baca juga:  PMT untuk Balita Penderita Gizi Buruk

Kemudian pada rangkaian upacara Nyepi umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian yang dilaksanakan dirumah masing-masing atau kalau diluar Bali bisa dilaksanakan di Pura. Catur Brata Penyepian dilakukan oleh umat Hindu dengan empat pantangan yang wajib dipatuhi yaitu yakni Amati Geni atau tidak menyalakan api atau lampu, kemudian Amati Karya atau tidak melakukan kerja serta  Amati Lelungaan atau tidak berpergian dan tidak bersenang-senang.

“Pada Catur Brata Penyepian Umat Hindu berdiam diri di rumah atau di Pura, melakukan meditasi sekaligus introspeksi dan refleksi diri atas kehidupan yang telah dijalani dan berharap untuk bisa lebih baik pada tahun baru berikutnya,” imbuhnya.

Kemudian pada hari berikutnya, (15/3/2021) Umat Hindu melakukan Ngempak Geni atau berakhirnya Catur Brata Penyepian dan memasuki tahun baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya. (hid/bas)

Baca juga:  13 Orang Berebut Kursi Sekda Jateng, Ini Dia Daftarnya

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya