alexametrics

Rampung, Operasional Museum Bubakan Tunggu Izin Provinsi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangPembangunan Museum Kota Lama (Bubakan) telah rampung. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang saat ini sedang mengajukan perizinan operasional ke provinsi.

Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari mengatakan, masih butuh proses yang cukup panjang untuk menjadikan bangunan di tengah persimpangan Bubakan itu sebagai museum. “Izin sedang kami ajukan ke Gubernur Jawa Tengah,” kata Iin, sapaan akrabnya.

Sementara pengadaan sarana dan prasarana dilakukan bertahap. Untuk menghilangkan kesan kuno museum, pemkot akan menggunakan konsep modern. “Harapan kami, museum tidak hanya untuk edukasi dengan menampilkan benda kuno saja, tapi kami gabung dengan teknologi,” jelasnya.

Sentuhan teknologi akan digunakan untuk menyampaikan cerita Kota Semarang mulai dari zaman sejarah hingga kemajuan kota saat ini. “Pengunjung bisa belajar sejarah sekaligus rekreasi,” tambahnya.

Baca juga:  Belajar Langsung dengan Veteran, Siswa Al Azhar Beri Bingkisan

Pekerjaan lainnya adalah menyiapkan management lalu lilntas. Seperti penataan parkir, akses jalan menuju museum dan lainnya. Disbudpar akan bersinergi dengan dinas lain.

“Kita akan menggandeng pemilik lahan kosong di sebelah Jalan Mataram untuk tempat parkir. Selain itu. Jalan dari Mataram ke Pattimura nanti kami tutup untuk dijadikan akses jalan ke museum. Tadi, ada beberapa usulan dari Komisi D ada tempat oleh-oleh. Itu bagus,” ucapnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, sudah ada anggaran perawatan museum sekitar Rp 3 miliar. “Tahun ini kami ingin masyarakat bisa menikmati museum ini,” harapnya.

Pihaknya meminta Disbudpar segera menginventarisasi koleksi apa saja yang ada di museum. Tujuannya jika memang diperlukan anggaran tambahan bisa dialokasikan di perubahan. “Apa saja isinya, nah ini harus dilakukan inventarisasi dulu,” tambahnya.

Baca juga:  Sedang Hamil 8 Bulan, Diduga Tewas Dibunuh Pacar

Selain itu, lanjut Politisi Partai Golkar ini, adanya kejadian banjir di Kawasan Bubakan, Kota Lama, juga jadi bahan evaluasi Dewan. “Penambahan pusat oleh-oleh pun bisa dilakukan agar perkonomian warga sekitar bisa ikut terangkat,” imbuhnya. (den/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya