alexametrics

Tak Ada Woro-Woro, Warga Ngijo Potong 56 Kambing untuk Nyadran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang —Warga Ngijo, Kecamatan Gunungpati, berbondong-bondong mendatangi areal pemakaman Sentono Kamis (4/3/2021). Mereka menggelar nyadran KH Ashari. Tradisi tahunan yang dilakukan setiap bulan Rejeb. Tepatnya Kamis Wage atau malam Jumat Kliwon. Ciri khas nyadran ini adalah masakan olahan kambing. Kali ini memotong 56 ekor kambing hasil sumbangan warga.

Nyadran kali ini warga tidak woro-woro. Mengingat suasana masih pandemi. Warga yang datang tetap mematuhi protokol kesehatan. Mengenakan masker. Meski sesekali dan beberapa orang harus melepas maskernya karena engap. Utamanya warga yang memasak. “Jumlahnya menurun karena tidak memberitahukan kepada warga agar datang,” kata sesepuh warga Achmad Yasa.

Yasa mengatakan, warga yang menyumbang kambing biasanya memiliki keinginan yang belum terkabul. Dengan harapan doanya diijabahi. Nyadran ini biasanya dilakukan menjelang Ramadan. “Mereka yang merantau baik di luar Jawa atau luar negeri tetap datang untuk mendoakan leluhur. Tetapi karena Covid ini yang datang sedikit,” jelasnya.

Baca juga:  PPKM, Transaksi Hanya di Lobi Mal

Salah seorang warga, Muyasyaroh mengaku sengaja datang dari Temanggung, karena pernah tinggal di Gunugpati. “Harus datang untuk mendoakan leluhur yang dimakamkan di tempat ini,” ujarnya. (hid/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya