alexametrics

Banjir, Ojek Tol Kaligawe – Pelabuhan Rp 75 Ribu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Banjir di Kaligawe dimanfaatkan untuk mengais rejeki oleh sejumlah masyarakat dengan cara menarik ojek. Tarif penumpang sekali tarik dari Tol Kaligawe menuju Pelabuhan Tanjungmas Semarang mencapai Rp 75 ribu.

“Awalnya minta Rp 75 ribu. Kemudian nego-negoan, saya tawar Rp 25 ribu gak mau. Akhirnya maunya bayar Rp 40 ribu,” ungkap salah satu warga, Agung kepada Jawa Pos Radar Semarang, di lokasi pintu akses masuk Pelabuhan Tanjungmas Semarang Jumat (26/2/2021) lalu.

Menurutnya, orang yang membandrol tarif tersebut bukanlah pelaku ojek atau pemilik kendaraan. Penarik ojek tersebut juga tidak berseragam. “Yang narik calo. Tukang ojeknya juga orang biasa. Tadi banyak pada di jalan Tol (Kaligawe), ” bebernya.

Baca juga:  Wali Joko Prakarsai Pendirian Masjid Agung Demak

Laki-laki warga Rembang ini mengatakan tidak tahu besaran tarif yang normal. Namun demikian, besaran tarif tersebut sangat lah tidak normal. “Ya mahal. Memang dia bermaksud menolong. Tapi ya harusnya tidak segitu lah. Kasihan kalau orang yang tidak punya atau uangnya yang pas-pasan,” ujarnya.

Diakuinya, tidak ada transportasi dari tempat tersebut menuju jantung Kota Semarang. Sebab, jalan raya sepanjang Kaligawe mulai dari terowongan jembatan tol hingga kantor kecamatan lama, Genuk tergenang air. “Tadi nunggu lama di tol tidak ada angkutan, hanya ada bus jurusan Solo. Hampir satu jam. Akhirnya ya pasrah naik ojek,” jelasnya.

Dampak dari banjir ini, perjalanan dari Rembang menuju Semarang juga tidak seperti biasanya. Biasanya naik bus AKDP hanya kisaran 150 menit hingga 180 menit. “Berangkat dari Rembang jam 11.00, sampai Semarang jam 15.00. Jalanan macet. Kudus sampai Demak mulai banjir dari Sayung, turun Terboyo kebanjiran. Terus naik bis arah Solo lalu turun tol Kaligawe,” jelasnya.

Baca juga:  Wajib Turun Lapangan Bantu Korban Bencana

Kapolsek Genuk Kompol Subroto mengatakan arus lalu lintas di Jalan Raya Kaligawe hingga Genuk mengalami kemacetan. Bahkan, genangan air banjir juga masih tinggi.  “Ketinggian genangan air berada di terowongan jembatan tol Kaligawe. Termasuk di depan Rumah Sakit Islam Sultan Agung. Kantor kami juga terendam,” bebernya.

Masyarakat yang beraktivitas juga harus numpang kendaraan berat untuk bisa melewati genangan air. Sementara, para penumpang bus diarahkan untuk turun di jalan tol, di atas terowongan Jembatan Kaligawe. (mha/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya