alexametrics

Banjir di Jantung Kota Semarang, BPBD: Banyak Sampah yang Menghambat Saluran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Hujan deras selama kurang lebih dua jam sejak pukul 15.00, menyebabkan belasan ruas jalan di Kota Semarang terendam banjir, Selasa (23/2/2021). Bahkan, banjir kali ini merendam jalan-jalan di jantung kota. Seperti kawasan Simpang Lima, Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Jalah Ahmad Yani, dan Jalan Gajahmada.

Pantauan koran ini, genangan banjir di Jalan Pemuda cukup parah. Terutama di Simpang Paragon. Ketinggian air mencapai 40-50 cm. Banjir ini menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Sejumlah pengendara motor yang nekat menerjang banjir terpaksa harus menuntun kendaraannya lantaran mesin motornya tiba-tiba ngadat.

“Tadi sudah telanjur masuk, ternyata cukup dalam, jadinya motor saya mogok,” keluh Rismoko, sambil menunjukkan ketinggian air di Simpang Paragon setinggi betis orang dewasa.

Kemacetan juga terjadi di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Indraprasta. Pengguna jalan yang akan menuju Simpang Paragon memilih menunggu sampai banjir surut ataupun putar balik. “Saya berhenti saja, dari pada mobil saya ngadat,” kata Rangga, pengemudi mobil saat ditemui di Jalan Imam Bonjol.

Baca juga:  Warga Kampung Batik Kenang Peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang

Di kawasan Simpang Lima Semarang, genangan banjir mencapai lutut orang dewasa. Hampir di semua jalan yang mengelilingi Lapangan Pancasila terendam banjir. Di jantung Kota Lunpia ini, koran ini melihat sejumlah pengendara terpaksa menuntun kendaraannya yang mogok saat melewati genangan air.

Di Jalan Pahlawan, genangan banjir juga terpantau cukup tinggi. Terutama di depan kantor Bank Mandiri. Ketinggian banjir sampai trotoar atau sekitar 50 cm. Petugas Satlantas sempat menutup sementara Jalan Pahlawan mulai Tugu Air Mancur hingga Simpang Lima. Hal ini dilakukan agar pengguna jalan tidak terjebak banjir di kawasan Simpang Lima. Praktis, banyak pengendara yang putar balik hingga menimbulkan kemacetan.

Meski demikian, dari arah Jalan Ahmad Yani, ada beberapa warga yang nekat menerobos banjir. Bisa dipastikan sepeda motor langsung ngadat. “Mau nerobos, malah mogok. Ternyata banjirnya dalam,” ujar Abdul Rockim yang terlihat basah kuyup sambil menuntun sepeda motornya.

Banjir yang terjadi di kawasan Simpang Lima tak berlangsung lama. Sekitar pukul 18.30, banjir sudah surut.

Baca juga:  Lukisan Lintas Genre Satukan Seniman

Jalan-jalan di sekitar Simpang Lima kemarin tak luput dari genangan banjir. Di antaranya, Jalan Pandanaran, Jalan Gajah Mada, Jalan KH Ahmad Dahlan, dan Jalan Ahmad Yani. Di Jalan KH Ahmad Dahlan, tepatnya di depan RS Tlogorejo ketinggian air mencapai 50 cm.“Saya tidak berani keluar dari rumah sakit Tlogorejo, karena jalan di depan banjir cukup dalam,” kata Uci, keluarga pasien.

Kawasan lain yang terendam banjir, di antaranya Bundaran Bubakan, Jalan Gajah Raya, kawasan Kelenteng Sam Poo Kong, Simpang Kalicari, Jalan Tambak Dalam, dan wilayah langganan banjir Jalan Kaligawe Raya. Wilayah permukiman warga juga terendam banjir. Seperti di Jalan Damarwulan, Kelurahan Karangayu, Semarang Barat. Bahkan, ketinggian air mencapai sepinggang. Banjir juga masuk ke rumah-rumah warga. “Sejumlah warga mulai mengungsi ke tetangga atau famili yang rumahnya tidak kebanjiran,”kata Ashadi, 45, warga setempat.

Di Kelurahan Peterongan, Semarang Selatan, genangan banjir juga terlihat di jalan depan kantor Djarum. Di RT 9 RW 6, bahkan air sudah mulai masuk ke beberapa rumah warga. Namun berkat adanya pompa bantuan pemkot, genangan banjir di kampung ini bisa segera surut.

Baca juga:  Noni Belanda di Balik Jendela GOR Jetayu

“Ada dua rumah pompa di RW 6. Alhamdulillah saat banjir sangat membantu. Hanya saja, beberapa kali pompa mengalami kerusakan. Mudah-mudahan pemkot menganggarkan biaya perawatan, termasuk penyediaan BBM,” kata seorang warga setempat.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Winarsono mengatakan, cukup banyak wilayah yang tergenang banjir akibat hujan deras kemarin. “Ketinggian banjir bervariasi mulai 25 -75 cm,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan, wilayah banjir mayoritas berada di pusat kota dan wilayah timur. Selain akibat hujan deras, kesadaran masyarakat dalam membuang sampah di tempatnya masih kurang. Warga masih membuang sampah sembarangan, terutama di sungai.

“Banyak sampah yang menghambat saluran dan pompa penyedot, kita sudah berkoordinasi dengan DPU Kota Semarang untuk menjalankan seluruh pompa di wilayah yang banjir,” katanya.

Selain itu, pihaknya saat ini juga terus melakukan monitoring di tingkat kelurahan. Beberapa wilayah yang terendam banjir, kata dia, sudah mulai surut. (den/fth/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya