alexametrics

Cerita Legenda Gua Kreo Dikemas dengan Animasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangGua Kreo adalah salah satu objek wisata andalan Pemerintah Kota Semarang yang memiliki sisi historis yang kental. Konon Sunan Kalijaga tengah mencari pohon jati untuk dijadikan saka (tiang) Masjid Demak, dibantu oleh empat kera yang ada di sana.

Cerita ini setiap tahunnya diangkat untuk manarik pelancong. Pagelaran seni itu bernama Mahakarya Gua Kreo. Pandemi Covid-19 yang belum usai, membuat event tahunan ini berhenti. Namun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, tak abis akal untuk menjaga eksistensi para seniman agar tetap berkarya. Salah satu inovasinya, mengolaborasikan tradisi dengan animasi.

“Kita coba hal baru, cerita legenda masyarakat di Gua Kreo ini kita kemas dengan animasi. Kita mengangkat tema kolosal,” kata Kabid Kesenian Disbudpar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, Kamis (18/2/2021).

Baca juga:  Ambarawa Jadi Prioritas Pembangunan

Kemarin, Disbudpar mengubah ballroom hotel layaknya studio animasi. Dengan backdrop kain hijau atau green screen, para seniman tetap beratraksi. “Dengan teknologi virtual 3D ini kami coba menjebatani seniman untuk berkarya, kita kemas cerita dari Mahakarya Gua Kreo ini tanpa mengurangi esensi yang ada. Juga tidak melibatkan banyak orang,” bebernya.

Menurutnya, seniman harus tetap berkarya sembari menunggu proses vaksinasi berjalan dan pandemi hilang. “Bisa jadi kita lakukan Semarang Night Carnival dengan konsep yang sama, termasuk Dugderan. Intinya tradisi yang ada tetap berjalan dengan konsep yang berbeda,” pungkasnya. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya