alexametrics

Budayawan Prie GS Berpulang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangInnalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kabar duka menyelimuti dunia seni indonesia. Budayawan Supriyanto GS atau yang akrab disapa Prie GS berpulang pada Jumat (12/2/2021) karena serangan jantung.

Sejumlah tokoh mengabarkan wafatnya budayawan kelahiran Kendal 3 Februari 1964 tersebut. Salah satunya disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus.

“Innã liLlãhi wainnã ilaiHi rãji’űn. Saudaraku tercinta yang baik dan selalu ingin membahagiakan orang lain, Prie GS, hari ini dipanggil kehadiratNya. Kita betul-betul terkejut dan merasa sangat kehilangan. Semoga Allah merahmati dan membahagiakannya. Allahummaghfir lahu warhamhu wa’ãfihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzűlahu waj’alil jannata matswãh…Al-Fãtihah. Semoga keluarga diberi kekuatan lahir-batin. ‘AzhzhamaLlãhu ajrahum wa ahsana  azã-ahum,” tulis Gus Mus dalam akun Instagramnya @s.kakung disertai postingan foto bersama almarhum Prie GS.

Baca juga:  Dukung Program Pemerintah, Ponpes Az-Zuhri Gelar Vaksinasi

Dikutip dari laman Wikipedia, Prie GS lahir dan besar di kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Rumah dan kehidupan di sekelilingnya merupakan lingkungan industri kartun sejak dekade 1970-an, dan Prie merupakan salah seorang yang menceburkan diri dalam dunia kreativitas menggambar itu.

Selepas SMA, Prie GS melanjutkan pendidikan di jurusan seni musik, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Semarang. Pilihannya di dunia kartun bukan tanpa alasan. Sebagai mahasiswa jurusan seni musik, dia pun pernah memperdalam piano dan gitar klasik, tapi baginya, musik bukan jalan hidupnya. Hingga akhirnya dia memilih menjadi seorang kartunis hingga sekarang.

Prie GS juga pernah menggelar pameran kartun di Tokyo, Jepang atas undangan The Japan Foundation. Di sana, banyak ilmu yang didapat terutama tatkala punya kesempatan berdiskusi dalam satu meja dengan para komikus dan animator tersohor di negeri itu. Prie juga pernah menjajal kemampuannya sebagai aktor dengan bergabung di Teater Dhome Semarang saat menggarap repertoar Umang-umang atawa Orkes Madun karya Arifin C. Noer memerankan sebagai seniman.

Baca juga:  Mudik Naik KA, Balik Naik Kapal

Menjalani hidup sebagai wartawan, penulis kolom, dan kartunis semakin menambah wawasan Pri GS luas. Bertambahnya jam terbang di dunia kesenian dan jurnalistik, membawa Prie terjun ke ranah lain yaitu sebagai public speaker. Di wilayah ini, Prie sering diundang sebagai pembicara, motivator, dan pengasuh acara-acara bertema budaya. (*/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya