alexametrics

38 Sekolah di Semarang Terendam Banjir, Wilayah Genuk Paling Parah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Banjir di Kota Semarang tak hanya menenggelamkan jalan dan permukiman warga. Tapi, juga merendam sedikitnya 38 gedung sekolah di tiga kecamatan di Kota Semarang. Sekolah yang terdampak banjir itu meliputi SD negeri, SD Islam, serta SMP. Sedangkan untuk tingkat TK, sejauh ini dilaporkan masih aman.

Data Dinas Pendidikan Kota Semarang, tercatat ada enam SD negeri di Kecamatan Semarang Barat yang tergenang banjir. Yakni, SD Negeri Karangayu 02, SD Negeri Kalibanteng Kidul 03, SD Negeri Karangayu 01, SD Negeri Tawang Mas 01, SD Negeri Manyaran 01 dan SD Negeri Kalibanteng Kulon 02.

Sedangkan di Kecamatan Ngaliyan, terdapat tujuh SD negeri yang terendam banjir dan tertimpa longsor. Yakni, SD Negeri Wonosari 01-03, SD Negeri Ngaliyan 04, SD Negeri Tambakaji 02 dan 05, serta SD Negeri Kalipancur 01.  Selanjutnya di Kecamatan Genuk, terdampat 19 SD yang kebanjiran. Yakni, SD Negeri Bangetayu Wetan 01-02, SD Negeri Gebangsari 01-03, SD Negeri Genuksari 01-02, SD Negeri Karangroto 01 dan 03, SD Negeri Muktiharjo Lor, SD Negeri Sembungharjo 01-02, SD Negeri Trimulyo 01-02, SD Islam Darul  Falah, SD Islam Darul  Huda, SD Islam Hasanuddin 4, SD Islam Terpadu Muhajirin, dan SD Islam Terpadu Nurul Iman.

Baca juga:  Pembeli Enggan Naik, Kios di Lantai Dua dan Tiga Pasar Bulu Ditinggalkan Pedagang

“Untuk SMP negeri ada enam sekolah yang kebanjiran. Mulai halaman kebanjiran, hingga ruang kelas digenangi banjir. Yang paling parah di SMP Negeri 20 di Genuk, dan SMP Negeri 34 di Tlogomulyo. Di dua sekolah ini banjirnya cukup tinggi,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Hari Waluyo kepada Radar Semarang, Selasa (9/8/2021).

Diakui, banjir yang merendam sejumlah sekolah di wilayah Genuk yang paling parah. Banjir merendam ruang kelas, ruang guru, ruang tata usaha, dan ruang kepala sekolah, perpustakaan, rumah  dinas, hingga gudang.

Sedangkan kasus sekolah longsor, terjadi di SMP Negeri 19 Semarang yang berlokasi di Manyaran, Semarang Barat. “Kalau di Semarang Barat karena talut ambrol. Ada juga gedung sekolah yang tertimpa pohon trembesi tumbang, serta robohnya tiang listrik dan tiang telepon,” bebernya.

Baca juga:  Broto Kembali Pimpin Peradi Semarang

Selain itu, lanjut dia, ada juga yang saluran airnya meluap hingga merendam halaman sekolah.  “Jadi, kasusnya setiap sekolah beda-beda, semua masih tahap perekapan,”jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri menambahkan, dari puluhan sekolah yang terdampak banjir, ada yang sudah surut, namun masih ada yang tergenang banjir. Seperti di SD Genuksari 02, Jalan Dongbiru, Genuksari, Kecamatan Genuk. Banjir masih merendam halaman sekolah, dan jalan depan sekolah setinggi separo roda motor matic, Selasa (9/2/2021). Saat koran ini mendatangi sekolah tersebut kemarin, pintu gerbang tertutup rapat. Tidak ada aktivitas dari guru setempat.

Gunawan menambahkan, pihaknya sudah melakukan pengecekan lapangan terhadap sekolah terdampak banjir bersama tim Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Pihak dinas juga sudah menyalurkan bantuan. “Misalnya sekolah di Tembalang, diberikan bantuan buku paket, karena sempat terendam banjir. Siswa juga dibantu sepatu, seragam, dan kuota internet, meski belum pembelajaran tatap muka,” katanya.

Baca juga:  Lima Skema Jaring Pengaman Sosial di Jabar

Diakui, sekolah terdampak banjir masih terus dilakukan perekapan. Setelah surut, kata dia, akan dilakukan kerja bakti dan pembersihan. “Kerusakan sekolah akibat banjir rata-rata masih ringan. Ada yang cuma ganti plafon. Perlu peninggian halaman, dan lainnya,” ujarnya.

Sebelum adanya musibah banjir, Gunawan sudah memberikan imbauan kepada setiap kepala sekolah untuk melakukan antisipasi banjir. “Sebenarnya sekolah-sekolah yang biasa banjir sudah melakukan antisipasi cukup bagus, tapi karena curah hujan memang tinggi akhirnya kebanjiran lagi.”katanya.  (jks/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya