alexametrics

Pengusaha Hiburan Minta Toleransi Jam Operasional

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangPemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang sampai Senin (8/2/2021) mendatang, membuat industri pariwisata terguncang. Salah satunya adalah pelaku hiburan. Omzet menurun tajam. Di sisi lain, pengeluaran listrik dan gaji karyawan harus diberikan. PLN sendiri tidak memberikan diskon bagi pelaku usaha sebagai bentuk keringanan adanya perpanjangan PPKM jilid II ini.

“Kita bisa survive saja sudah sangat beruntung. Selama PPKM ini penurunannya drastis. Bahkan keringanan biaya listrik juga sama sekali tidak diberikan oleh PLN,” kata manager operasional Inul Vizta Semarang, Fic Indarto, usai memberikan bantuan kepada Yayasan Alpha Indonesia Jateng dalam rangka peringatan HUT Inul Vizta ke-8, Senin (1/2/2021).

Baca juga:  Sering Lembur, Tukang Tralis Konsumsi Sabu

Dirinya berharap agar PPKM tidak lagi diperpanjang, meski Pemkot Semarang memberikan toleransi operasional sampai pukul 22.00 malam. Menurut Indarto, kebijakan tersebut masih sangat memberatkan. Padahal untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di tempat hiburan, protokol kesehatan sudah diberlakukan dengan disiplin oleh management.

“Salah satunya steriliasi, protokol kesehatan kita berlakukan ketat. Memang yang terdampak bukan hanya dunia pariwisata, namun jika dilihat dampak PPKM inilah kami yang paling terdampak besar,” bebernya.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Paguyuban Pengusaha Entertain Semarang (Pager Semar) ini menjelaskan, selain belum adanya subsidi listrik. Pada Januari lalu juga belum ada keringanan pajak yang diberikan oleh pemerintah.

Baca juga:  Nekat Membunuh karena Merasa di-PHP

“Kalau keringanan pajak, tahun lalu kita sudah diberikan oleh Pemkot Semarang. Harapannya tahun ini juga bisa mendapatkan keringanan, dan tentu saja PPKM tidak diperpanjang lagi,” harapnya.

Selain itu, dirinya mendorong adanya vaksinasi Covid-19 bagi pelaku pariwisata dan industri hiburan di Kota Semarang.

Direktur CV Semarang Vizta, Ferry Widjaja menambahkan, PPKM dan pandemi saat ini, menjadi sebuah tantangan yang berat dunia usaha di Kota Semarang. Penerapan protokol kesehatan yang ketat menjadi salah satu kunci agar di dunia hiburan tidak terjadi klaster penyebaran Covid-19. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya