alexametrics

Pedagang Johar Sudah Tak Sabar Pindahan, Dewan: Solusinya Pecepatan Pembangunan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Revitalisasi Pasar Johar Cagar Budaya (Johar Utara dan Tengah) sudah selesai dilakukan dan siap ditempati. Hal ini yang membuat perwakilan Persatuan Pedagang Pasar Johar Cagar Budaya (PPJCB) meminta agar Pemkot Semarang mengizinkan mereka bisa masuk dan menempati bangunan yang sudah jadi.

Namun upaya pemindahan ini menemui sejumlah kendala. Perwakilan pedagang lainnya meminta agar pemindahan bisa dilakukan bersama-sama dari tempat relokasi di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Padahal belum semua bangunan Pasar Johar siap digunakan. Misalnya, gedung baru di Kanjengan dan Johar Selatan yang masih dalam proses pembangunan.

“Kita inginnya segera masuk ke Johar Cagar Budaya, sesuai dengan keinginan Pak Presiden Joko Widodo ketika sudah jadi, pedagang boleh masuk, terutama pedagang di Johar Utara dan Tengah, ” kata Ketua PPJCB Suryo Wibowo saat rapat aspirasi di Komisi B DPRD Kota Semarang, Senin (25/1/2021). Rapat dihadiri Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fravarta Sadman.

Baca juga:  Kenalkan Jurnalisme Lita’arofu

Suryo menjelaskan, harapan pedagang bisa masuk pada tahun ini, meskipun Johar Selatan dan Kanjengan masih dalam proses pembangunan. Sayangnya, dari hasil audiensi kemarin, belum ada kesepakatan dari Pemkot Semarang melalui Dinas Perdagangan. Padahal pedagang sudah tak sabar untuk pindahan.

“Kalau kita bisa masuk, istilahnya kita bisa babat alas lagi. Apalagi kami sudah menunggu sejak musibah kebakaran lima tahun lalu, tinggal pemkot nanti bagaimana, metodenya gimana, kami masih menunggu,” bebernya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fravarta Sadman menjelaskan, jika dirinya menampung aspirasi semua pedagang dari berbagai pihak. Apalagi ditemukan di lapangan ada perbedaan antar perkumpulan pedagang. “Ya, ada yang pengin masuk dulu. Ada juga yang meminta kalau masuk satu, masuk semua,” tuturnya.

Baca juga:  Pembangunan Terminal Demak Tak Sesuai Target

Saat ini, kata dia, Kementerian PUPR sedang melakukan pembangunan gedung di Johar Selatan dan Kanjengan yang sempat mangkrak pada 2017 lalu. Sesuai target pembangunan, direncanakan baru akan selesai secepatnya pada akhir tahun ini. Padahal jumlah lapak yang bisa ditempati di Johar Cagar Budaya hanya 1.200 saja. Sedangkan jumlah pedagang mencapai 7.900 orang.

“Kita akan godok terus formula untuk memasukkan mereka. Artinya, semua alternatif kita siapkan, memang berisiko, namun kami akan mencari formula dengan risiko yang paling kecil,”bebernya.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Joko Susilo menjelaskan, pihaknya menampung aspirasi pedagang dan semua kelompok pedagang yang ada di Johar. Ia mengakui jika ada beberapa kelompok pedagang, namun tetap saja harus ikut aturan pemerintah.

Baca juga:  Elite Runner Borobudur Marathon Jalani Swab dan Karantina

“Tentu harus ada pendataan dulu, kalau tidak ya akan kacau. Memang kalau dipilah-pilah masuknya nggak bagus, kami menghendaki masuknya bisa bersama-sama jika pembangunan Johar sudah selesai sepenuhnya,”tegasnya.

Menurutnya, agar tidak terus berlarut, solusi yang harus diambil adalah percepatan pembangunan. Jika seandainya pada akhir tahun ini pembangunan Kanjengan dan Johar Selatan selesai, maka awal 2022 pedagang bisa pindah semua.

“Kami inginnya semua pedagang ini satu visi-misi dulu. Solusinya adalah pecepatan pembangunan,” katanya. (den/mg1/aro)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya