alexametrics

PPKM Jilid II, Pemkot Semarang Beri Kelonggaran Dunia Usaha

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemkot Semarang resmi melanjutkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dua pekan ke depan atau sampai Senin (8/2/2021) mendatang, sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 2 Tahun 2021. Perpanjangan PPKM ini diputuskan melalui rapat evaluasi yang dipimpin Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dengan melibatkan unsur Forkopimda Kota Semarang, Minggu (24/1/2021). Bedanya PPKM kedua ini ada kebijakan pelonggaran bagi pelaku usaha.

“Ada tiga poin yang kami putuskan. Pertama, untuk pusat perbelanjaan jika semula ditetapkan dapat beraktivitas hanya sampai pukul 19.00, saat ini bisa sampai pukul 20.00 ,” kata Hendi, sapaan akrab wali kota, Minggu (24/1/2021).

Poin kedua adalah kelonggaran untuk pedagang kaki lima (PKL), kafe, restoran, dan usaha lain yang boleh buka sampai pukul 22.00 malam, dengan syarat memberlakukan protokol kesehatan ketat.”Juga termasuk poin pengalihan jalur dengan penutupan jalan, akan ada dua ruas jalan yang dinormalkan kembali, di mana sebelumnya dialihkan 24 jam,” tambahnya.

Baca juga:  Masih Sengketa, Empat Aset Pemkot Semarang Terancam Hilang

Dua ruas jalan yang kembali normal adalah Jalan Supriyadi dan Jalan Lamper Tengah, yang semula ditutup 24 jam, akan kembali dibuka selama PPKM lanjutan ini. Adanya kelonggaran ini, Hendi meminta agar masyarakat bisa mendukung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya mohon dukungan dari masyarakat agar aktivitas di Kota Semarang bisa berangsur normal kembali dengan protokol kesehatan. Tolong saling mengingatkan. Jangan sampai karena ada sebagian yang tidak memiliki kesadaran, lalu imbasnya menjadi luas,” pinta Hendi.

Kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan, lanjut dia, menjadi salah satu kunci menekan angka kasus Covid-19 di Kota Semarang. Untuk itu, juga harus ada komitmen dari masyarakat, terutama kesadaran untuk menjalankan, dan menumbuhkan protokol kesehatan.

Baca juga:  Antisipasi Lonjakan Kehamilan Selama Pandemi, Fasilitas KB Tetap Dibuka

Dari data yang ada, selama dua pekan pemberlakuan PPKM, kasus Covid-19 di Semarang pada minggu ketiga Januari ini mengalami penurunan. Sebelumnya kasus Covid-19 sempat mencapai angka 1.000.

“Data per Minggu (24/1/2021) kemarin angka kasusnya turun menjadi 802 kasus. Demikian juga dengan angka kesembuhan yang mencapai 91,7 persen (15.601),” terang Hendi.

Untuk perkembangan proses vaksinasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota (Dinkes) Semarang, mencapai  5.937 telah terlaksana 6.222 atau 104,80 persen.

“Sedangkan untuk tenaga kesehatan di Puskesmas, dari 7.868 sasaran, sebanyak 2.329 nakes yang telah tervaksinasi,” imbuhnya.

Rencananya, lanjut Hendi, kebijakan PPKM ini akan dituangkan dalam perubahan Peraturan Wali Kota tentang PKM. Aturan tersebut berlaku dua minggu ke depan, yaitu mulai 26 Januari sampai 8 Februari 2021.

Baca juga:  Sebelum Divaksin, 10 Tokoh Semarang Bakal Jalani Medical Check Up

Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman mengatakan, adanya kelonggaran ini sudah diputuskan dalam rapat evaluasi bersama Forkompinda karena menyangkut perputaran ekonomi.

“Sudah kita usulkan untuk kelonggaran ini, namun jika ada yang melanggar tentu akan ada sanksi yang agak berat, disiplin protokol kesehatan juga harus dijalankan,” bebernya.

Jika melihat kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan, dari pantauannya di lapangan saat ini masyarakat memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk memakai masker dan menjaga jarak.”Mayoritas masyarakat sudah memakai masker dalam beraktivitas, hal ini harus dipertahankan,” katanya. (den/aro)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya