alexametrics

Pelototi Napi Asimilasi lewat Aplikasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Badan Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang melakukan pengawasan dan pembimbingan jarak jauh terhadap klien narapidana yang mendapatkan asimilasi rumah. Yakni melalui aplikasi Siwasklija.

Kepala Bapas Kelas I Semarang Lilis Yuaningsih mengatakan, inovasi yang dikembangkan sejak September 2020 lalu ini, Pembimbing Kemasyarakatan (PK) akan mengetahui titik ordinat klien. “Sehingga keberadaan dan apa yang dilakukan keseharian warga binaan bisa diketahui karena dilengkapi dengan web camera,” ujarnya Rabu (20/1/2021).

Lilis menjelaskan, mereka diwajibkan absen melalui aplikasi Siswasklija minimal seminggu sekali. Absen ini dilakukan secara daring. Apabila terdapat klien yang tidak memiliki smartphone, maka wajib melapor dan meminta bantuan kepada keluarga atau aparat setempat, seperti RT sesuai domisili masing-masing. PK juga bertugas membimbing napi agar tidak melakukan pengulangan tindak pidana. Oleh karena itu, pengarahan dan himbauan kepada klien gencar dilakukan.

Baca juga:  Hendi Persiapkan Diri Jelang Penajaman Visi Misi Pilwalkot Semarang 2020

Lilis merinci, narapidana yang mendapat asimilasi di rumah sesuai Permenkumham 32 ada 26 WBP dari Lapas Kelas I Semarang, 16 WBP dari Lapas IIA Kendal, dan empat WBP dari Lapas Produktif Terbuka Kendal. “Semua napi di asimilasi di rumah, artinya mereka punya penjamin, tapi apabila ada WBP yang tidak memiliki penjamin, maka petugas PK Bapas yang menjadi penjamin,” imbuhnya.

Ia menambahkan, jika narapidana melakukan pelanggaran, maka Bapas akan melaporkan ke rutan maupun lapas untuk ditindaklanjuti. Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan kepolisian setempat untuk melakukan BAP. “Bisa jadi dicabut hak asimilasinya, tapi yang memiliki wewenang dari pihak lapas atau rutan,” tegasnya. (ifa/zal)

Baca juga:  Pembangunan Taman Rejomulyo dan Taman Banyumanik Diglontor Rp 5 Miliar

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya