alexametrics

Creative Hub, Dongkrak Eksistensi Pelaku Ekonomi Kreatif Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangPemerintah Kota Semarang memberi wadah kepada pelaku ekonomi kreatif untuk menjalankan usahanya dengan menyiapkan co working space bersama Creative Hub. Lokasinya di kawasan Kota Lama. Proyek tersebut didanai oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Semarang sendiri menjadi satu dari sepuluh kota kreatif di Indonesia dengan sub sektor yang dominan fashion, namun 17 sub sektor lainnya tetap dapat dilibatkan dan ikut berkolaborasi dalam creative hub tersebut.

“Event fashion show oleh komunitas yang akan diselenggarakan offline ataupun online akan melibatkan sub sektor lain. Misalnya seni pertunjukan, kriya, arsitektur, fotografi, animasi, agar bisa mendukung dan terlibat di dalamnya,” kata Kepala Disbudpar kota Semarang, Indriyasari.

Baca juga:  Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Pisau Cukur Palsu dari Tiongkok

Wanita yang akrab disapa Iin ini menjelaskan, Creative Hub yang berada di Galeri Industri Kreatif dan Gedung Outdetrap bisa digunakan pelaku ekonomi kreatif untuk beraktivitas, berkreasi, dan berkolaborasi bersama dengan fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Kota Semarang.

“Misalnya untuk pelatihan, ruang fotografi, pembuatan film secara virtual, ruang seni pertunjukan serta sejumlah peralatan akan dapat dimanfaatkan oleh para komunitas,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan bahwa pembangunan Creative Hub tersebut telah rampung dilaksanakan. Saat ini proses persiapan serah terima aset dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Kota Semarang.

“Untuk proses selanjutnya adalah Perumusan Standart Operating Procedure serta kerja sama dengan para komunitas guna pemanfaatan co working space di Kota Lama tersebut. Targetnya awal tahun ini bisa siap dan bisa dimanfaatkan,” katanya.

Baca juga:  Ribuan Calon Siswa Cabut SKD Aspal

Terkait pengelolaan, meski Creative Hub tersebut merupakan aset Pemkot Semarang melalui OPD terkait namun aktivitas dan kegiatan yang ada di dalamnya dilakukan oleh para komunitas. Sehingga harapannya pengelolaan dan pemeliharaan tempat tersebut dapat dilakukan bersama-sama.

Hendi menjelaskan, industri kreatif memiliki andil dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pada 2019 sektor ini menyumbang PDB sebesar Rp 1,041 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 18,2 persen.

“Dengan adanya fasilitas ini harapannya industri kreatif di Kota Semarang dapat semakin berkembang. Apalagi dalam masa pandemi seperti sekarang ini harapannya masyarakat dapat terus bertahan melalui aktivitas ekonomi kreatifnya,” pungkasnya. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya