alexametrics

Begini Alur Vaksinasi Tahap Pertama di Kota Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 57 fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Semarang akan melayani vaksinasi Covid-19 asal Tiongkok, Sinovac, mulai Kamis (14/1/2021) hari ini. Pada tahap pertama, vaksinasi dengan prioritas tenaga kesehatan (nakes) dan sepuluh tokoh. Sebanyak 57 faskes itu terdiri atas 37 Puskesmas, 19 rumah sakit, dan satu Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas).

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang M. Abdul Hakam menjelaskan, pelaksanaan vaksin pada hari ini, di setiap faskes akan dibagi tiga sesi. Setiap sesinya diikuti 15 orang. Sehingga pada hari ini, setiap faskes akan melakukan vaksinasi 45 nakes.  “Nanti akan kita pantau apakah ada efek atau tidak (setelah divaksin)?” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hakam menjelaskan, sebelum melakukan vaksinasi Sinovac, Rabu (13/1/2021) pagi kemarin, pihaknya telah melakukan simulasi alur vaksinasi di Puskesmas Pandanaran. Simulasi itu disaksikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Alur untuk vaksinasi diseusikan dengan petunjuk teknis (juknis) Kementerian Kesehatan. Tahap pertama ini akan dilakukan kepada tenaga kesehatan di Kota Semarang,” katanya.

Hakam menjelaskan, jika nakes yang akan divaksin telah terdaftar secara online di aplikasi Peduli Lindungi. Nantinya, nakes yang terdaftar akan mendapatkan barcode, termasuk informasi tempat dan waktu mereka divaksin. “Nanti nakes akan menunjukkan e-ticket, vaksinator akan menginput e-ticket, dan akan muncul nama, nantinya ini jadi laporan ke pusat,” bebernya.

Ditambahkan, di setiap faskes, disediakan empat meja, yakni meja registrasi, di mana nakes yang datang menjadi penerima vaksin atau tidak dengan menunjukkan e-ticket yang dikirim lewat SMS Blast. Di meja kedua, akan dilihat apakah nakes memiliki kontra indikasi jika disuntik vaksin atau tidak. Untuk meja ketiga merupakan meja penyuntikan vaksin. “Meja terakhir adalah meja evaluasi. Ada efek sampingnya atau tidak? Nanti akan ditunggu 30 menit dulu. Kalau tidak ada efek sampingnya, boleh pulang,” jelasnya.

Baca juga:  Terdampak Banjir Rob Semarang, 13 Perusahaan di Tanjung Emas Belum Beroperasi

Selain nakes, lanjut dia, pada hari ini juga akan dilakukan vaksinasi kepada sepuluh tokoh di Kota Semarang. Hakam menjelaskan, jika sebelum divaksin, para nakes dan tokoh ini harus dalam keadaan sehat. Jika tidak sehat, vaksinasi tidak akan dilakukan. “Nah di meja kedua ini juga untuk mengetahui kondisi kesehatannya bagaimana?” katanya.

Kepala Puskemas Bugangan dr Samsudin menjelaskan, jika nakes di Puskesmas yang dipimpin siap dilakukan vaksinasi, termasuk mempersiapkan tim vaksinasi. “SMS Blast sudah kami terima, total ada 42 nakes dan non ASN,” tuturnya.

Untuk sistem atau alur vaksinasi, Samsudin menjelaskan jika pihaknya mengukiti arahan Dinas Kesehatan Kota Semarang sesuai dengan juknis dari Kementerian Kesehatan. “Sistemnya sama, Mas, kami nakes siap untuk divaksin. Kita lihat tadi pagi (kemarin, Red) presiden juga divaksin,” katanya.

Direktur RSUD Wongsonegoro (RSWN) Susi Herawati juga siap melaksanakan program vaksinasi, dan masuk  di antara 19 rumah sakit yang dijadikan tempat vaksinasi Covid-19 tahap pertama.

“Sarana dan prasarana telah kami siapkan, nanti akan dilakukan di lantai dua. Ada empat tim dengan sepuluh vaksinator. Tadi juga sudah dicek dan dilihat langsung oleh Pak Gubernur Jateng,” ujarnya.

Baca juga:  Brebes Paling Lamban, dari 5.591 Nakes Baru 20 Orang yang Divaksin

Susi mengatakan, nakes yang akan mengikuti vaksinasi memang sudah mendapatkan pemberitahuan melalui SMS Blast dan mendapat barcode. Meski begitu, tetap akan dilakukan pengecekan ulang sebelum dilakukan vaksinasi. “Misalnya, jika nakes ada hipertensi, tensinya tinggi, atau kurang sehat, tidak bisa diimunisasi,” jelasnya.

Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman yang dijadwalkan menjadi salah satu tokoh yang akan mendapatkan vaksin, Rabu (13/1/2021) kemarin, menjalani medical check up di RWSN bersama beberapa tokoh lainnya.

Iya, tadi sempat medical check up, Alhamdulillah dinyatakan sehat. Jantung, paru-paru, semuanya dilihat dan hasilnya bagus. Jadi, besok (hari ini, Red) siap untuk divaksin,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Pilus ini, sebagai tokoh masyarakat memang harus siap divaksin terlebih dulu untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin Sinovac ini tidak memiliki risiko, dan menjadi jalan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Kita kan jadi contoh, ya harus mencontohkan yang baik. Pemkot juga sudah sangat siap melakukan program ini. Vaksinasi Covid-19 telah disosialisasikan kepada masyarakat sejak awal agar mereka paham dan yakin dengan program vaksinasi,” tuturnya.

Pilus menjelaskan, selain dirinya, ada juga  Wali Kota Semarang, Wakil Wali Kota Semarang, Kapolrestabes Semarang, Ketua Pengadilan Negeri Semarang, Dandim 0733/BS Semarang, Dandenpom IV/5 Semarang, Danlanal Semarang, Ketua MUI Kota Semarang, dan Ketua IDI Kota Semarang yang akan ikut divaksin perdana. “Tadi juga bareng beberapa Forkopimda saat medical check up,” bebernya.

Baca juga:  Sejumlah TPU Overload, Semarang Butuh Lahan Makam Baru

Menurut dia, jumlah vaksin saat ini memang belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Semarang. Vaksin yang datang tahap pertama ini untuk masyarakat berusia 18-60 tahun, khususnya para nakes. “Saya mendukung kalau memang Pemkot mau mengadakan vaksin sendiri, jadi semua warga di Semarang ini bisa tercover,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kemarin mengunjungi Puskesmas Pandanaran dan RSUD KRMT Wongsonegoro. Kunjungan itu untuk mengecek kesiapan vaksinasi tenaga kesehatan yang akan dilakukan serentak pada Kamis (14/1/2021) hari ini. Di dua tempat itu, Ganjar melihat persiapan sudah matang dilakukan, mulai penyediaan mekanisme antrean, meja pendaftaran, alat pengecekan kesehatan, tempat vaksinasi hingga ruang tunggu apabila terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Kalau persiapannya saya lihat sudah siap, tadi Kadinkes Kota dan Kadinkes Provinsi sudah kerja sama dengan sejumlah puskesmas dan rumah sakit. Kalau dari sisi prosedur, saya kira tidak sulit, karena mereka sudah berpengalaman. Ini kan sebenarnya sama dengan saat kita melakukan imunisasi pada anak-anak, jadi tidak terlalu sulit,” ujar Ganjar.

Ganjar juga memastikan bahwa sistem vaksinasi sudah dibangun dengan baik. Siapa-siapa yang mendapatkan vaksin, telah terdaftar secara online melalui aplikasi yang ada. Mereka akan mendapatkan barcode lengkap dengan tempat vaksinasi dan jam pelaksanaannya.

“Sistemnya sudah dibangun dengan baik, per titik yang melakukan vaksinasi, jumlahnya dibatasi kira-kira tiga kali 15 orang per hari. Jadi, sehari hanya sekitar 45 orang,” jelasnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya