alexametrics

Normalisasi Kali Beringin Ditarget Rampung 2022

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sistem drainase kawasan Mangkang mulai diperbaiki. Khususnya normalisasi Kali Beringin. Saat ini progresnya baru 0,21 persen. Ditargetkan rampung 2022.

Wali Kota Semarang, Hendar Prihadi menjelaskan, normalisasi Sungai Beringin telah dimulai sejak 13 November 2020. Menurut Hendi-sapaan akrabnya- normalisasi Sungai Beringin mendesak dilakukan, karena sungai tersebut kerap meluap. Warga di wilayah Mangkang sering terdampak banjir.

“Kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan setiap tahun banjir terjadi akibat luapan air dari Sungai Beringin, maka normalisasi ini menjadi prioritas, agar banjir tidak lagi terjadi di wilayah Mangkang dan sekitarnya,” tegasnya.

Hendi berharap masyarakat dapat mendukung upaya normalisasi Sungai Beringin tersebut, sehingga dapat diselesaikan tepat waktu.

Baca juga:  Tiba di Tanjung Emas, 181 TKI Langsung Dijemput Satgas

“Menuntaskan persoalan banjir di Kota Semarang tidak dapat diupayakan oleh satu pihak saja, semua harus nyengkuyung. Misalnya di Sungai Beringin ini, Pemkot Semarang ambil bagian, Pemerintah Pusat ambil bagian, sedulur – sedulur di sekitar juga harus ambil bagian, dengan mendukung pembangunan,” tandas Hendi sembari berharap tidak muncul persoalan-persoalan seperti pembebasan lahan.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Sih Rianung menjelaskan, normalisasi Sungai Beringin dibiayai pemerintah pusat dengan anggaran sebesar Rp 230 miliar, melalui sistem tahun jamak.

Sedangkan untuk pembebasan lahan akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang. “Untuk normalisasi Sungai Beringin akan dilakukan multi-years oleh Pemerintah Pusat. Untuk pembebasan lahan dalam dua tahap oleh Pemerintah Kota Semarang,” tegas Rianung.

Baca juga:  PKB Masih Berburu Calon Wakil Asip

Rianung menambahkan, sebenarnya pembebasan lahan tahap pertama telah selesai. Namun dikarenakan adanya review Detail Engineering Design (DED) dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, sehingga dilakukan penambahan wilayah sungai yang dinormalisasi.

“Sebelumnya tidak melintasi jalur Pantura, namun nantinya normalisasi Sungai Beringin ini melintasi jalur Pantura. Ini harus kami kejar hingga 2021,” ujarnya.

Pembebasan lahan tahap dua totalnya seluas 10,3 hektare. “Sampai pertengahan Desember lalu progres normalisasi mencapai 0.212 persen,” terang Rianung. (den/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya