alexametrics

Duet Hendi-Ita Tancap Gas di 2021, Bangun Tujuh Proyek Infrastruktur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kota Semarang bakal tancap gas pada 2021 ini. Beberapa proyek infrastruktur, UMKM, dan pariwisata bakal digeber untuk meningkatkan perekonomian yang sempat anjlok akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Salah satunya adalah membangun tujuh proyek fisik yang menggunakan dana APBD dan dilaksanakan oleh dinas teknis Pemkot Semarang, seperti Distaru, DPU, serta Disperkim. Salah satunya adalah pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

“Proyek ini menjadi prioritas guna mendorong bangkitnya perekonomian Semarang. Memperkuat daya tarik kota, dan mampu menggerakkan perputaran ekonomi,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut data di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) anggaran yang disiapkan sekitar Rp 12 miliar. Nantinya jembatan ini memiliki spesifikasi panjang 64 meter dengan lebar 2,5 meter yang dikhususkan untuk wisata karena memiliki efek kaca pecah.

Proyek lainnya adalah lanjutan pembangunan Alun-Alun Johar tahap IV dengan anggaran sekitar Rp 15 miliar yang bakal dilakukan oleh Distaru. Proyek lainnya adalah pembangunan Kantor Kecamatan Banyumanik yang lebih megah untuk meningkatkan pelayanan.

Baca juga:  Fun Run Misi Columbia Ajak Hidup Sehat

“Juga ada pembangunan Gedung Ki Narto Sabdo yang dilakukan multi years. Pembangunan PLTS (pembangkit listrik tenaga sampah) paket I. Penggelaran jalur fiber optic di Kota Lama dan internet monitoring CCTV RT Kota Semarang,” bebernya.

Selain itu, lanjut Hendi juga akan dibangun proyek monumental yang dimulai pada 2021. Di antaranya, pembangunan Semarang Outer Ring Road (SORR) segmen Mangkang-Mijen yang menggunakan APBD.

Harbour toll Kendal- Semarang juga akan dibangun kuartal III, normalisasi Sungai Beringin yang akan dilakukan pada 2021, dan penanganan kawasan kumuh Dadapsari – Kuningan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Dongkrak Pariwisata, Beli Bus Amphibi

Program untuk mengangkat pelaku UMKM dan pariwisata juga dilakukan duet Hendi-Ita.  Ada beberapa program yang bakal dilakukan guna mendongkrak perekonomian. Salah satunya adalah peningkatan kredit wibawa, peningkatan e-geraikopimi, optimalisasi website Gulo Asem, pembangunan sentra PKL di lima taman, dan lima lapangan yang ada di Kota Semarang, serta pembangunan sentra UKM.

“Pada sektor wisata, kami akan melakukan pengadaan lahan wisata religi di Kawasan Jalan Depok. Pengelolaan Kota Lama dan Museum Kota Lama. Selain itu, pemkot akan meningkatkan sektor wisata dengan membeli bus amphibi,” kata Hendi.

Baca juga:  Gisikdrono Punya Kampung Seni Budaya Menarik

Khusus bus amphibi, lanjut Hendi,  proses pengadaannya akan dilakukan pada Januari 2021. Namun membutuhkan proses sekitar enam sampai delapan bulan hingga bus yang disiapkan anggaran sebesar Rp 15 miliar ini bisa digunakan di Semarang.

“Targetnya Januari sudah mulai lelang, namun pengerjaan armada membutuhkan setidaknya enam sampai delapan bulan,” jelasnya.

Di sisi lain, untuk dapat menghadirkan bus amphibi sebagai transportasi wisata di Kota Semarang, Hendi bersama jajarannya di Pemerintah Kota Semarang juga harus melakukan kajian rute wisata terlebih dahulu, sehingga kendaraan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Sebenarnya untuk kajian wisata air sendiri sudah kami lakukan di tahun 2020, tapi untuk finalisasi rutenya baru di 2021,” katanya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau pembangunan Museum Kota Lama di kawasan Bubakan. (Istimewa)

Beri Insentif Tenaga Pendidik Non Formal

Bidang pendidikan dan kesehatan yang menyangkut hajat hidup orang banyak sangat diperhatikan duet Hendi-Ita di 2021. Di bidang pendidikan, program yang menjadi prioritas adalah pemberian beasiswa dan rehab/pembangunan ruang sekolah, serta dukungan untuk pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Selain itu, di bidang pendidikan non formal, dialokasikan anggaran untuk insentif tenaga pendidik non formal.

Baca juga:  Warga Keberatan Daya Listrik Rumah Deret

“Sedangkan di bidang kesehatan, fokus penanganan adalah di pelaksanaan UHC, penanganan Covid-19, serta dukungan untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19,” tuturnya.

Di sisi lain, meskipun pandemi Hendi juga melakukan sejumlah pembangunan proyek yang berhasil diselesaikan. Sebut saja pembangunan rumah deret bagi warga Tambak Lorok yang terdampak normalisasi Banjir Kanal Timur. Revitalisasi obyek wisata Tinjomoyo, Taman Lele dan masih banyak lagi.

Pada 2020 pula, Hendi mendapatkan 28  penghargaan di tingkat provinsi, nasional maupun internasional. Misalnya, dalam kategori pariwisata, Kota Semarang meraih penghargaan sebagai Kota Wisata Terbersih Se-Asia Tenggara 2020-2022. Suami dari Krisseptiana Hendrar Prihadi ini juga mendapatkan penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik 2020 yang diberikan Presiden Joko Widodo. Juga penghargaan kategori kesehatan, yakni Platinum Award Kategori IT Kesehatan dengan Inovasi “Lawan Covid-19 Harus Strong” dari Indonesia Health Care Forum. (den/aro)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya