alexametrics

Pelancong Mulai Masuk, Kota Lama Paling Ramai

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021 tetap dimanfaatkan oleh masyarakat dan para pelancong untuk berwisata. Kendati pandemi Covid-19 dan harus menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat demi kesehatan diri.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Kota Lama paling banyak dikunjungi para pelancong yang menikmati senja di kota tua.

Selain itu, ratusan wisatawan juga tampak memadati Lawang Sewu. Letaknya yang tepat berada di jantung Kota Semarang ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari luar Semarang.

“Banyak wisatawan yang masuk ke Semarang. Ini terlihat dari okupansi hotel yang mulai merangkak naik,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Indriyasari, Sabtu (26/12) kemarin.

Baca juga:  16 Mobil Pemadam dan 4 Water Cannon Dikerahkan untuk Mengatasi Kebakaran di RSUP dr Kariadi

Dari data yang dimiliki Disbudpar Kota Semarang, lanjut Iin –sapaan akrab Indriyasari, ada tiga tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan dua hari terakhir pada libur Nataru Kamis (24/12) dan Jumat (25/12) kemarin.

Yakni Sam Poo Kong, Lawang Sewu dan Grand Maerakaca. Meski banyak juga di beberapa tempat wisata lain seperti Semarang Zoo, Goa Kreo dan lainnya.

“Pada Kamis, pengujung Lawang Sewu 1.738 orang. Sementara Jumat 2.752 orang. Sementara Grand Maerakaca 1.054 pada Kamis dan, Jumat 1.874. Untuk Sam Poo Kong, Kamis lalu 745 wisatawan dan Jumat 1.055 wisatawan,” tuturnya.

Menurut Iin, meskipun sudah mengalami peningkatan pengunjung. Diprediksi belum akan terjadi puncak kunjungan wisatawan. Mengingat masih panjangnya masa libur Nataru 2021.

Baca juga:  Kebakaran di RSUP dr Kariadi Bisa Dipadamkan

Dirinya berpesan kepada pengelola tempat wisata untuk tak ragu mengingatkan wisatawan yang tidak mematuhi protokol kesehatan. “Pantauan beberapa hari ini memang naik. Tapi masih terkendali dan penerapan protokol kesehatan juga berjalan baik,” tambahnya.

Khusus di objek wisata milik Pemkot, lanjut Iin, pihaknya telah melengkapi dengan kamera pengawas dan pengeras suara. Tujuannya agar tidak terjadi klaster baru saat libur Nataru.

“Kami utamakan, berwisata sehat, aman dan nyaman. Termasuk bagaimana melayani wisatawan yang datang ke Semarang agar tidak ada peningkatan kasus Covid-19,” pungkasnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya