alexametrics

Tarif Rapid Test Antigen Melambung, Ombudsman: Perlu Ada Standardisasi Harga

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Standardisasi harga rapid test antigen belum ada, berpeluang untuk mengeruk keuntungan. Sebab, harga yang dibanderol oleh masing-masing instansi bervariasi. Bahkan, cenderung melambung. Karenanya, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jateng meminta agar pemerintah menetapkan ada standardisasi harga.

“Ini kejadiannya kan hampir sama pas awal-awal muncul rapid test dan swab,” ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jateng Siti Farida, Jumat (25/12).

Dalam hal ini, lanjutnya, masing-masing pemerintah daerah bisa mengambil peran untuk menentukan standardisasi harga rapid test antigen. Tentu harga yang dibanderol dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Selain itu, kata dia, pada momentum ini, setiap instansi pemerintah supaya tidak mengeruk keuntungan dalam penerapan aturan rapid test antigen. “Khususnya pada momentum libur panjang Nataru ini,” terangnya.

Belum adanya standardisasi harga rapid test antigen juga berpeluang terjadi komersialisasi besar-besaran. “Saat ini kan harga rapid antigen sangat bervariasi. Malahan ada yang tarifnya sampai Rp 300 ribu,” tuturnya.

Baca juga:  Mulai Dijual, 4,1 Persen Tiket Terjual

Seharusnya, lanjutnya, rapid test tersebut diberikan secara gratis. Sebab, sudah menjadi tanggungjawab pemerintah untuk memberi pelayanan publik.

Ia juga meminta pemerintah daerah bergerak cepat untuk mempermudah akses masyarakat agar mendapatkan layanan rapid test antigen di kantor instansi kesehatan. Selain itu, supaya penggunaan rapid test antigen mengacu pada pedoman standar operasional prosedur (SOP) yang jelas. Terutama melihat dari ketersediaan peralatannya.

“Sehingga pasien yang kedapatan positif Covid-19 bisa segera tertangani dengan baik, sekaligus memutus mata rantai penularan virusnya,” katanya.

Pasalnya, selama ini informasi kepada masyarakat untuk bisa mendapatkan pelayanan rapid test antigen belum masif dilakukan. Sehingga masih banyak masyarakat yang bingung bagaimana prosedur untuk mendapatkan pelayanan tersebut.

“Soalnya saya dapat informasi kalau akses layanan swab saja gak semudah yang dipikirkan masyarakat selama ini,” terangnya.

Rapid test antigen juga bisa menyasar ke sejumlah kelompok yang rentan bersinggungan dengan sumber penularan Covid – 19 saat libur panjang akhir tahun.

Baca juga:  Apes, Ketahuan Curi Handphone Gara-Gara Senggol Galon

Menurutnya, sudah waktunya bagi pemerintah guna menyebarluaskan informasi penggunaan rapid test antigen secara masif. Pihak yang paling berkompeten menyosialisasikan aturan tersebut, katanya, adalah masing-masing Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota dan provinsi.

Sementara itu, dalam seminggu, sebanyak 2.604 calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang memanfaatkan layanan pemeriksaan tes Covid-19, yakni rapid test antibodi dan rapid test antigen.  Jumlah itu terhitung sejak 18 hingga 24 Desember 2020 kemarin.

Humas Angkasa Pura I Semarang Hidya Putri menjelaskan, rapid test dilayani di gedung parkir lantai 1A yang dikelola oleh PT Angkasa Pura Support bekerja sama dengan Klinik Pratama Mugi Sehat.  Biaya rapid test antibodi sebesar Rp 85 ribu, sedangkan rapid test antigen Rp 170 ribu.

Sedangkan tes Covid-19 khusus penumpang Lion Air Group, dilayani di gedung parkir lantai 1B. Biaya yang dipatok untuk rapid test antibodi Rp 90 ribu, dan biaya rapid test antigen Rp 170 ribu. “Penumpang paling banyak ke Jakarta. Banjarmasin urutan kedua, dan Pangkalan Bun urutan ketiga,”kata Hidya.

Baca juga:  Soemarmo Belum Tentukan Sikap

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Hardi Ariyanto mengatakan, layanan pemeriksaan tes Covid-19 itu merupakan bentuk dukungan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Layanan khusus itu hanya ada di masa libur Natal dan Tahun Baru 2021. “Harapan kami penumpang pesawat mematuhi protokol kesehatan dan memenuhi berbagai persyaratan, sehingga mempermudah proses penanganan Covid-19,”harapnya.

Pantauan koran ini, layanan rapid test dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 sampai 15.00. Para calon penumpang tampak antre dengan tertib. Mereka menjaga jarak, menggunakan  masker dan cuci tangan terlebih dahulu. Ada petugas khusus yang bertugas untuk menjaga antrean. (ewb/jks/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya