alexametrics

Gelar Enam Kali Misa, Hanya Diikuti 100 Jemaat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Setiap perayaan natal, gereja akan memajang pohon cemara sebagai lambang hidup kekal. Tetapi pada tahun ini, Gereja Santa Theresia Paroki Bongsari justru memasang pohon natal instalasi yang dipajang di depan pintu utama. Pohon tersebut melambangkan kerapuhan manusia pada 2020 ini. Harapannya, di hari natal, Tuhan akan mengangkat segala ketidakberdayaan, kerapuhan, kegelapan, dan kesesakan hidup manusia.

“Ini merupakan tahun istimewa, karena tahun ini penuh krisis akibat wabah Covid-19. Semua terkena dampaknya,” kata koordinator tim dekorasi Gereja Santa Theresia Paroki Bongsari Henri Arnanto.

Dalam kesempatan tersebut, jemaat juga membersihkan patung Yesus serta malaikat dan lainnya dengan menggunakan air bersih. “Karena arca itu sudah lama tidak dibersihkan, sehingga jemaat bergotong royong membersihkan arca tersebut sambil menata tempat duduk jamaat,” ujarnya.

Baca juga:  Kejari Semarang Setahun Tangani 232 Perkara Narkoba

Pastor Kepala Gereja Santa Theresia Paroki Bongsari Romo Eduardus Didik Chahyono SJ menjelaskan, pengurus gereja berusaha mempersiapkan natal dengan baik di tengah situasi pandemi Covid-19. Di antaranya, dengan membersihkan tempat ibadah dengan penyemprotan disinfektan.

Dikatakan, Gereja Santa Theresia Bongsari bakal menyelenggarakan ibadah secara bergantian mulai Kamis (24/12/2020) hari ini hingga Jumat (25/12/2020) besok dengan enam kali misa natal. Jemaat yang diizinkan masuk hanya 100 orang sesuai jadwal yang ditentukan, dari kapasitas gereja 500 orang.

“Kursi yang semula bisa digunakan untuk tempat duduk enam sampai tujuh jemaat, sekarang hanya digunakan tiga orang saja,” ujar Romo Didik kepada Jawa Pos Radar Semarang saat persiapan misa natal, kemarin.

Baca juga:  OJK Gagalkan 2.840 Praktik Pinjaman Online

Dikatakan, jemaat yang mengikuti misa di gereja harus daftar dulu dan dicatat namanya. “Jika ada orang yang tidak tercantum namanya, kami tidak perbolehkan masuk. Ini sebagai langkah antisipatif kalau ada apa-apa tracing-nya jelas,” tegasnya.

Romo Didik menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan petugas mulai dari petugas pengukur suhu tubuh, yang mengarahkan cuci tangan, dan yang mengantar jemaat ke tempat duduk sesuai posisinya. Tim kesehatan juga bersiaga di gereja. Semua petugas, jemaat, dan pastor wajib menggunakan masker dan duduk berjarak selama mengikuti ibadat natal.

“Untuk jemaat yang tidak dapat mengikuti ibadat di gereja bisa mengikuti ibadat di rumah masing-masing secara live streaming,” katanya. (hid/aro)

Baca juga:  Angin Kencang Sapu Tiang Listrik dan Atap Rumah

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya