alexametrics

Banjir di Mangkang Wetan Paling Parah, Rumah Warga Porak-Poranda

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jebolnya tanggul sungai Beringin dan sungai Plumbon akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Semarang Rabu (2/12/2020) malam hingga Kamis (3/12/2020) merendam ratusan rumah di tiga kelurahan.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, banjir di tiga kelurahan ini memiliki ketinggian 50 sentimeter sampai 1 meter. “Titik yang lumayan parah di RW 5 Kelurahan Mangkang Wetan, selain rumah yang rusak barang-barang berharga milik warga pun terendam, ada juga mobil milik warga yang rusak karena tidak sempat dipindahkan,” kata Lurah Mangkang Wetan, Sugiman.

Damkar Kota Semarang, nampak melakukan penyemprotan agar akses jalan warga bisa digunakan. Selain itu petugas Polsek Tugu, Koramil Tugu, BPBD dan Dinas PU Kota Semarang juga membantu pembersihan rumah warga serta evakuasi barang-barang milik warga.

Baca juga:  Perbanyak Ruang Publik, Wali Kota Hendi Resmikan Taman MT Haryono

“Kita tidak sempat selamatkan barang-barang, fokusnya hanya menyelamatkan keluarga dan cucu saya yang masih berusia 10 hari,” kata Amrozi, warga RT 1 RW 5 Kelurahan Mangkang Wetan.

Akibat banjir setinggi satu meter ini, rumah menantu Amrozi rusak parah, tembok rumah yang letaknya tak jauh dari bibir tanggul Sungai Beringin yang jebol pun tampak mengganga meluluhlantakkan seisi rumah.”Mesin cuci, televisi, kulkas semua terendam. Tidak sempat diselamatkan, karena air sangat cepat. Hanya bisa pasrah,”keluhnya.

Untuk logistik, pihak kecamatan dibantu dengan BPBD Kota Semarang langsung mendirikan dapur umum di Kelurahan Mangkang Wetan. Di titik tanggul yang jebol pun akan dilakukan penambalan darurat agar tidak menggenangi rumah warga ketika curah hujan kembali tinggi.

Baca juga:  Bangun 1.075 Rumah Layak Huni

“Kita sudah berkoordinasi dengan BBWS Pemali-Juwana, titik tanggul yang jebol akan ditambal dengan menggunakan kantong pasir dan akan diperkuat dengan bambu sembari menunggu perbaikan dan normalisasi,” tambah Kepala Dinas PU Kota Semarang, Sih Rianung. (den/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya