alexametrics

Hendi-Ita Siapkan Delapan Program Unggulan, Salah Satunya Semarang Smart Card

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Debat pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Semarang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Patra Semarang, Rabu (18/11/2020). Debat kali ini terasa berbeda, karena hanya diikuti calon tunggal, yakni pasangan Hendrar Prihadi  – Hevearita G Rahayu. Debat lebih menekankan terhadap penajaman visi misi pasangan calon. Selama debat, penerapan protokol kesehatan dilakukan ketat. Hanya ada perwakilan tim kampanye, panelis dan tanpa ada pendukung Hendi-Ita.

Lima panelis yang dihadirkan dalam debat ini adalah Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan Utama, Rektor Universitas PGRI Semarang Muhdi, Rektor Unika Soegijapranata Semarang Ridwan Sanjaya, Wakil Rektor IV Universitas 17 Agustus 1945 Semarang Retno Mawarini Sukmariningsih, dan Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir.

Hendi-Ita menyampaikan misinya yaitu terwujudnya Kota Semarang yang semakin hebat berdasarkan Pancasila dalam bingkai NKRI yang berbhineka tunggal ika. Total ada lima misi yang disampaikan, yakni meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM yang unggul dan produktif, meningkatkan potensi ekonomi lokal yang berdaya saing, menjamin kemerdekaan masyarakat menjalankan ibadah, mewujudkan infrastruktur berkualitas yang berwawasan lingkungan, serta menjalankan reformasi birokrasi pemerintahan secara dinamis, dan menyusun produk hukum sesuai nilai-nilai Pancasila.

Baca juga:  Sambut Hari Pahlawan, Puluhan Cyclist Ziarah ke Makam Soegiarin

“Ini adalah visi yang berkesinambungan dari periode yang sebelumnya, yakni Semarang Hebat. Kali ini Semarang Semakin Hebat berlandaskan Pancasila dalam bingkai NKRI,” kata Hendi.

Selain itu, pengakuan terhadap toleransi juga diperhatikan. Tujuannya adalah agar masyarakat kembali sadar bahwa persoalan keberanekaragaman mesti bisa dijadikan kekuatan.

Dalam debat ini, pembahasan bidang pendidikan, kesehatan, penanganan Covid-19, kesejahteraan, keberagaman etnis, peluang kerja bagi usia produktif, pemenuhan pelayanan disabilitas, peluang investasi juga dilakukan dan ditanyakan panelis kepada Hendi-Ita.

“Saya rasa semua yang ditanyakan sudah kami rencanakan dalam perencanaan pembangunan ke depan. Sehingga kami Alhamdulillah mampu menjawab sesuai perencanaan kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Ita menambahkan, dari visi misi tersebut, pasangan Hendi-Ita merencanakan 119 program. Delapan di antaranya menjadi program unggulan keduanya, yakni Semarang Smart Card, penguatan fasilitas publik dalam kampung tematik untuk tujuan wisata, dan anjungan layanan publik.

Selain itu juga penguatan religion center di semua kecamatan, peningkatan daya tarik wisata, penguatan uji publik produk hukum, layanan publik gratis mulai lahir hingga meninggal bagi seluruh masyarakat, pembuatan maker space untuk pelatihan dan aktivitas pelaku usaha. “Masalah pendidikan perlu dieksplor lagi. Yang jadi PR adalah sekolah swasta,” jelasnya.

Baca juga:  Tetap Legawa Meskipun Kangen dengan Suasana Gereja

Usai debat, Hendi mengaku bersyukur salah satu pekerjaan rumah yakni debat pertama selesai dilakukan, pihaknya pun mengaku akan kembali mempersiapkan debat kedua pada 2 Desember mendatang.

“Tadi kita sudah sampaikan akan memfasilitasi kreasi-kreasi anak muda seperti co working space dan craetive space yang sedang in sekarang ini, dan akan kita fasilitasi secara gratis,” bebernya.

Lain halnya dengan Ita, debat tanpa lawan ini merupakan pengalaman kali pertama yang dirasakan. Disinggung terkait pertanyaan dari panelis, Ita mengaku keduanya sudah bersama selama lima tahun terakhir. “Alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar, kita sudah tik tok tadi, dan bisa saling menutup kekurangan,” tambahnya.

Rektor Upgris Muhdi mengakui jika secara umum jawaban dari Hendi-Ita sudah sangat baik, bahkan jika dipersentase sebesar 90 persen. Selain itu, Hendi -Ita juga bisa menguasi materi dengan baik.

Baca juga:  Unimus Cetak 544 Lulusan Profesional

“Secara umum mungkin kalau boleh saya sebut kisaran 90 persen paslon bisa menanggapi secara baik. Penguasaan materi beliau mungkin juga karena ini kan periode kedua,” kata Muhdi.

Ke depan ia berharap, Semarang yang mendapatkan penghargaan sebagai kota tujuan pendidikan di Indonesia, bisa terus dikembangkan jangan hanya sampai tingkat kewenangan pemkot, yakni SD dan SMP. “SMA dan Perguruan Tinggi ini juga perlu disentuh, sebagai kota pelajar tentu perkonomiannya akan lebih tinggi, jadi saya minta untuk lebih di-support lagi,” harapnya.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandara Gultom  mengatakan, debat perdana bertema tema Reformasi Birokrasi: Tata Kelola Pemerintahan Kota Semarang Menuju Indonesia Maju itu berjalan lancar. Debat kedua akan digelar pada 2 Desember mendatang.

“Debat kedua tentunya akan ada tema yang berbeda, kita sesuaikan juga dengan PKPU. Tentunya kita akan berusaha melakukan review terhadap kegiatan ini. Kami belum bisa menginformasikan di mana tempatnya. Panelisnya nanti berbeda,” katanya. (den/aro/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya