alexametrics

Longsor Ngasinan Meluas, Tiga KK Disarankan Mengungsi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangHujan deras yang mengguyur Kota Semarang akhir-akhir ini membuat warga Ngasinan, Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik, waswas. Dikhawatirkan longsor yang terjadi di RT 3 RW 10 meluas. Rencananya Senin (9/11/2020) ini akan dilakukan pembronjongan dari dinas terkait.

Seperti diketahui, jalan kampung tersebut longsor dengan kedalaman delapan sampai sepuluh meter. Kejadiannya Mei lalu. Awalnya longsoran skala kecil, namun tidak adanya penanganan permanen akhirnya longsoran meluas lebih dari 50 meter.

Ketua RW 10, Musa mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah meminta bantuan kepada instansi terkait untuk penanggulangan longsor. Bahkan beberapa instansi sudah memberi bantuan terpal untuk menutupi tanah agar tidak terjadi longsor susulan. Selain itu warga juga telah membuat saluran yang melewati terpal. Tujuannya agar air tidak masuk ke dalam tanah. “Apabila tidak dibangun saluran, dikhawatirkan air akan meresap dan muncul longsor susulan,” katanya.

Baca juga:  Kualitas Briket Arang Jateng Terbaik di Pasar Internasional

Rencananya hari ini akan dilakukan penanganan sementara oleh instansi terkait. Pembronjongan dilakukan hingga ke tanggul sungai. Harapannya tanah yang berada di pinggir sungai tidak tergerus dan longsor di wilayah ini bisa teratasi. “Memang dengan medan yang berat ini, untuk mendatangkan material perlu perjuangan,” terangnya.

Musa menceritakan, awal longsoran terjadi pada malam Idul Fitri. Warga baru sadar setelah beberapa pohon posisinya bergeser disertai suara ranting patah. “Awalnya longsor kecil. Namun lama lama pergerakan tanah semakin besar, sehingga terjadi longsor dengan kedalaman delapan sampai 10 meter,” ceritanya.

Longsor tersebut memutus akses penghubung antara RT 03 dengan RT 04. Ada 70 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Warga pun bergotong-royong membuat akses jalan yang lebih aman. Meski akses tersebut hanya bisa dilalui sepeda motor.  “Warga melakukan kerja bakti untuk mewujudkan jalan tembus. Sekarang jalan tersebut sudah bisa dilalui,” imbuhnya.

Baca juga:  Modal Tampang Keren dan Mobil Rental, Pria Ini Tipu 10 Janda Luar Dalam

Musa mengatakan, ada enam rumah yang terdampak longsor. Warga dari tiga rumah tersebut sudah membawa barang-barang berharga seperti motor, mobil, perabot lain ke tempat yang aman. Ketiga rumah tersebut milik Hartono, Uut Noviantoro dan Dimas. Rumah mereka temboknya mulai retak dan beberapa penyambung sudah renggang.

“Ini sangat berbahaya. Bahkan dari Kelurahan Srondol Kulon sudah memperingatkan agar rumah itu tidak ditempati. Penghuninya disarankan pindah ke tempat yang aman,” jelasnya.

Sementara itu Uut Noviantoro mengaku kondisi rumahnya sudah mengkhawatirkan. Halaman rumah dengan titik longsor hanya berjarak tiga meter. Apalagi saat ini kondisinya sering hujan dikhawatirkan longsor meluas.

“Kalau pas hujan memang rumah ini tidak ditempati. Takutnya ada longsor susulan. Tetapi kalau tidak hujan ditempati. Barang-barangnya sudah dibawa ke rumah kontrakan,” ujarnya. (hid/zal/bas)

Baca juga:  Karyawan Terpaksa ‘Ngarit’ untuk Kebutuhan Pakan Satwa

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya