alexametrics

2.500 APK Melanggar, Baru Tertibkan 389

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Bawaslu Kota Semarang telah menertibkan 389 alat peraga kampanye (APK) yang melanggar. Bawaslu masih memiliki PR mencopot 2.111 APK.

Penertiban melibatkan Polrestabes Semarang, Kesbangpol, Satpol PP, KPU, Dishub, Disperkim, Distaru, dan Dinkes. Petugas dibagi menjadi empat tim yaitu tim utara, selatan, barat, dan timur. Sebelumnya, Bawaslu mencatat ada 2.500 APK, namun penertiban dilakukan secara bertahap.

“Kami mengutamakan penertiban di jalan protokol. Nanti penertiban selanjutnya akan dilakukan tingkat kecamatan dan kelurahan oleh wascam maksimal hingga 7 November,” kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kota Semarang Naya Amin Zaini.

Bawaslu berpedoman pada Peraturan Wali Kota Nomor 65 Tahun 2018, PKPU 11 Tahun 2020 Pasal 28, 29 dan 30, dan SK KPU Nomor 444 dan 445 tentang penambahan desain maupun approval.

Baca juga:  Masih Banyak Jaksa Kurang Pahami Tugasnya

“Misalnya adalah dengan diikat, dipaku, disenderkan di pohon atau tiang. Atau desain APK yang tidak sesuai desain dan ukuran yang disetujui KPU,” jelasnya.

Pernertiban juga dilakukan pada APK yang dipasang di tempat-tempat larangan. Misalnya kantor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, maupun tempat ibadah. Hasilnya Tim utara menertibkan 94 APK, sedangkan tim selatan menertibkan 115 APK. Kemudian tim timur berhasil menertibkan 130 APK, sedangkan tim barat menertibkan 50 APK.

“Rute kami tentukan di jalan besar yang menjadi perhatian publik. Misalnya baliho, spanduk, maupun bendera,” bebernya.

Dari sisi pelanggaran, menurutnya relatif merata mulai dari dipasang di pohon dan desain yang tidak sesuai dengan KPU. Bawaslu juga telah memberikan rekomendasi kepada KPU untuk meneruskan kepada tim pemenangan secara mandiri.“Karena tidak diturunkan secara mandiri, akhirnya kami tertibkan,” pungkasnya. (den/zal/bas)

Baca juga:  Dinkes Siapkan Kebutuhan APD untuk PSBB

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya