alexametrics

Swargo Langit, Objek Wisata Baru di Bendan Duwur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangPariwisata di Kota Semarang kembali menggeliat. Di tengah pandemi seperti ini, masyarakat semakin kreatif memunculkan potensi wisata baru. Seperti dilakukan warga Kelurahan Bendan Duwur, yang berhasil memanfaatkan hutan kota sebagai objek wisata baru bernama Swargo Langit.

Swargo Langit berada di Gunung Talang, Kelurahan Bandan Duwur. Dulunya tempat ini merupakan padepokan silat, namun sudah ditinggalkan dan jarang dikunjungi oleh masyarakat.

“Kita coba memanfaatkan hutan kota ini sebagai tempat wisata, juga meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi di masa pandemi ini,” kata Edi Pranoto Ketua LPMK Bendan Duwur dalam acara soft launching Swargo Langit Minggu (1/11/2020).

Edi menerangkan, Swargo Langit ini dibuat masyarakat secara swadaya. Konsepnya edukasi, ekosistem dan wisata. Gunung Talang sendiri adalah hutan wisata dengan luas empat hektare.

Baca juga:  Tak Bermasker, Dihukum Nyanyi Indonesia Raya

“Edukasi bagi anak-anak, misalnya pengenalan alam dan pepohonan, ekosistem merawat hutan sesuai dengan fungsinya, dan destinasi wisata dengan membuat spot foto untuk para pengunjung,” jelasnya.

Ada 18 pelaku UMKM yang meramaikan objek wisata tersebut. Dirinya berharap Pemkot Semarang bisa memfasilitasi pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Kalau komunikasi sudah kami lakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kecamatan Gajahmungkur. Alhamdulliah sambutan mereka sangat baik,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Bendan Duwur Darmono menjelaskan, ke depan akan mulai dipikirkan konsep baru, yakni penambahan spot selfie, rumah pohon, flyingfox dan camping ground.

“Kemarin sebelum dipakai, kami juga melakukan pembersihan tempat secara swadaya. Pemasangan payung hias dan pembuatan spot selfie, dengan cara saweran. Alhamdulillah antusiasme warga sangat bagus, karena ekonomi mereka juga semakin terangkat,” ujarnya.

Baca juga:  Kendalikan Anak dari Candu Gadget

Selain spot selfie, juga ada sarana edukasi, seperti pengenalan dolanan anak, Misalnya dakonan, engklek, dan lainnya. “Kita kenalkan dolanan anak juga agar karakter bergotong royong anak-anak ini bisa keluar,” harapnya.

Darmono menerangkan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait tingkat kunjungan. Termasuk keputusan untuk membuka Swargo Langit tiap pekan atau setiap hari. (den/zal/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya