alexametrics

Jalan Ngasinan Amblas Lagi, Warga Was-Was

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Warga Ngasinan di RT 3 RW 10 Kelurahan Srondol Kulon merasa was-was. Sebab, Jalan Ngasinan kembali amblas sedalam dua meter. Padahal, sebelumnya jalan tersebut sudah mengalami amblas hingga belasan meter. Sampai sekarang belum tersentuh penanganannya.

Lokasi tersebut sebelumnya mengalami amblas sekitar Juli tahun ini. Amblas sedalam tujuh meter dengan panjang kurang lebih 50 meter. “Sekarang amblas lagi, ya dua meteran. Setelah diguyur hujan semingguan, tambah parah,” ungkap warga setempat bernama Uut, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang Rabu (28/10/2020).

Tak hanya di lokasi itu, bagian timur dekat tiang listrik juga mengalami amblas lagi sepanjang empat meter. Bahkan, halaman rumah Uut juga ikut telah mengalami longsor. “Kanopi halaman juga saya bongkar. Ya sangat riskan, takutnya kalau ada longsor susulan. Apalagi ini musim hujan,” jelasnya.

Baca juga:  Pasar dan PKL Boleh Buka, Tempat Wisata Milik Pemkot Tutup

Kini lokasi jalan tersebut mirip ladang perkebunan. Banyak material dan lumpur tanah liat warna kuning yang masih basah. Di tengahnya terdapat bambu-bambu ditancapkan mirip bibit tanaman. Serta adanya tumbuh-tumbuhan yang telah rusak akibat tergerus longsor. “Dulu keadaannya tidak seperti ini. Hanya jalan retak dan amblas. Masih bisa dilewati jalan kaki. Sekarang porak poranda,” terangnya.

Pihaknya menyebutkan, tujuh rumah tersebut dihuni oleh keluarga Sumari, berada di sebelah timur. Kemudian milik Hartono, Dimas, Pariah, Roimah, Pak Modin bagian barat, termasuk rumah Uut yang berada persis di depan lokasi longsor paling parah. “Di sini tanahnya labil. Pertama kali rumah yang berdiri disini ya milik saya, tahun 1982. Dulu masih kebon-kebon. Sekarang sudah ramai,” jelasnya.

Baca juga:  Relokasi Pasar Johar Semarang Terbakar

Sementara menurut Ketua RT 3, Maryono mengatakan longsornya tanah akibat digerus arus air sungai yang ada di samping Jalan Ngasinan. Sungai tersebut hulunya melintas dari daerah Ngesrep Kecamatan Banyumanik mengalir ke hilir ke Sungai Kaligarang. “Paling tidak bagian samping sungai ya ditalud, sedalam dua meter. Jadi lebih kuat. Kalau yang ditalud sebelah sini saja, ya masih rawan longsor,” tersangnya.

Pasca mengalami longsor, Pemkot Semarang telah membangun akses jalan lain. Sekarang sudah bisa dilewati. Namun hal tersebut tak mengubah kekhawatiran warga yang masih tinggal di lokasi samping Jalan Ngasinan.

“Di sini masih ada tujuh rumah, ya sekitaran 30-an kepala keluarga (KK). Kalau bisa ya secepatnya untuk dibangun. Warga sini sebenarnya sudah was-was,” terangnya.

Baca juga:  Polifurneka Kendal Gandeng Industri Buka Program Setara D1 Teknik Konstruksi Furnitur

Pihaknya menambahkan bersama warganya telah berupaya melakukan antisipasi terjadinya longsor susulan. Langkah yang dilakukan adalah memasang trucuk dengan bambu. “Sama menutupi tanah dengan terpal seadanya. Kemarin dibantu dari BPBD terdapat empat terpal. Dulu dari PU dan Pak Wali sudah kesini, katanya itu pembangunan tahun 2021,” pungkasnya. (mha/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya