alexametrics

Nauval Menangis, BKSDA Tembak Bius Ipan Si Owa Jawa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Nauval menangisi hewan Owa Jawa peliharaannya yang terpaksa ditembak bius oleh petugas gabungan, lantaran lepas dari kandang. Nauval juga merengek agar hewan langka tersebut dipelihara di rumah. Namun tetap diangkut ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.

Perlu diketahui, hewan langka yang diberi nama Ipan tersebut didapatkan Nauval dari seseorang dengan membayar Rp 5,5 juta. Nauval sudah memeliharanya sejak tiga bulan lalu. Seperti biasa, hewan itu diikat dengan tali agar tidak bisa keluar rumah. Namun naas, tali itu putus. Hewan itu keluar dari rumah menuju tempat yang banyak tanamannya.

“Sebenarnya hewan ini sudah jinak. Tapi karena banyak orang, hewan ini jadi takut, sehingga berlarian dari dahan satu ke dahan lainnya sebelumnya akhirnya ditembak oleh petugas,” kata Nauval.

Baca juga:  Terekam CCTV, Ini Ciri-Ciri Perampok Minimarket di Banyumanik

Karena Owa Jawa ini sangat gesit berlarian dari satu dahan ke dahan lain, orang tua Nauval memanggil petugas gabungan yang terdiri atas petugas BKSDA Jawa Tengah, Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI dan Kepolisian, Kamis (22/10/2020).

Dalam upaya evakuasi tersebut, petugas berusaha menangkap hewan dengan cara memberinya makanan buah-buahan. Tetapi Owa Jawa itu tetap berlarian dari dahan satu ke dahan lainnya. Bahkan, hinggap di salah satu pohon dengan ketinggian lima meter. Lantas petugas menembaknya dengan peluruh bius, sehingga hewan tersebut jatuh dan berhasil ditangkap petugas.

Kasat Polisi Hutan BKSDA Jateng Heru Sunarko mengatakan dalam evakuasi Owa Jawa ini melibatkan dokter hewan dari kebun binatang Semarang Zoo. Selanjutnya hewan tersebut dibawa ke kantor BKSDA Jateng dan akan dilakukan observasi untuk penanganan lebih lanjut.

Baca juga:  Berdayakan Sesama Difabel, Terpilih Jadi Fashion Incubator

“Kami akan menanyakan kelengkapan dokumen terkait satwa yang dilindungi ini. Kami juga akan melakukan upaya persuasif agar bisa menyerahkan secara sukarela karena ada aturan hukumnya dan sanksi pidana. Tapi kami mengedepankan sosialisasi, agar pemiliknya dapat menyerahkan hewan itu secara sukarela kepada pemerintah,” tambahnya. (hid/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya