alexametrics

Istri Didi Kempot Terharu Terima Leprid

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Didi Kempot sudah meninggal, tapi karya-karyanya hingga kini masih tetap bisa dinikmati. Sedikitnya 700 lagu pop Jawa dan campusari berhasil diciptakan penyanyi bernama asli Didik Prasetyo ini.

Karena itu, Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) memberikan penghargaan kepada almarhum Didi Kempot karena dinilai sebagai seniman yang luar biasa. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Utama Leprid Paulus Pangka kepada istri pertama Didi Kempot, Bunda Saputri, di kantor Leprid, Selasa (20/10/2020).

Paulus Pangka mengatakan, almarhum Didi Kempot adalah seniman yang luar biasa dengan ratusan karya lagu yang diciptakan. Didi Kempot, kata dia, juga merupakan seniman yang peduli dalam melestarikan budayanya, yaitu Jawa melalui talentanya dalam menciptakan dan menyanyikan lagu pop Jawa dan campursari.

Baca juga:  Tiga TPU Overload, Semarang Krisis Lahan Makam

“Leprid memberikan penghargaan kepada almarhum sebagai Maestro Lagu Pop Jawa dan Campursari. Ini adalah bentuk apresiasi Leprid kepada Didi Kempot atas konsistensinya dalam berkarya di lagu pop jawa dan campursari. Kami berharap ini akan menjadi inspirasi seniman lainnya dalam berkarya,”jelas Paulus.

Saat menerima penghargaan Leprid, Bunda Saputri tampak terharu. Meski begitu, wanita yang tinggal di Ngawi ini merasa bangga dan senang.

“Suka dan duka bercampur jadi satu. Suka karena karya almarhum Mas Didi Kempot diapresiasi Leprid. Namun saya juga sedih karena Mas Didi sudah dipanggil sang Khaliq. Semoga karya Mas Didi bisa langgeng dan disukai oleh banyak kalangan,” kata Bunda Saputri dengan mata berkaca-kaca.

Baca juga:  Masih Malu Ketemu Orang Baru

Faisol, pengacara yang mendampingi Bunda Saputri mengatakan, sedikitnya 700 lagu karya almarhum Didi Kempot rencananya akan dimunculkan kembali oleh pihak keluarga.

“Sejauh ini hanya sekitar 180 lagu aja yang telah ter-record dan dikenal. Sebenarnya masih ada sekitar 500 lebih karya almarhum yang nantinya akan dimunculkan oleh pihak keluarga agar bisa dinikmati dan dikenal oleh masyarakat,”bebernya.

Faisol menambahkan, pihak keluarga juga akan mengurus semua royalti serta hak-hak keluarga sebagai ahli waris terhadap karya Didi Kempot saat ini.   “Kami akan mengurus semua hak-hak keluarga sebagai ahli waris dari karya almarhum Didi Kempot. Tujuannya bukan karena materi semata, namun agar karya almarhum bisa dikenal dan dihargai,” katanya.

Baca juga:  Mangkang Wetan Terparah, Ketinggian Rob Capai 30 Sentimeter

Pihak keluarga, kata dia, tidak melarang para seniman lain meng-cover lagu almarhum. Namun setidaknya bisa berkoordinasi dengan keluarga dan tim kuasa hukum.  “Intinya dari pihak keluarga hanya ingin lagu Jawa karya almarhum bisa menginspirasi seniman Indonesia, dan dinikmati semua kalangan,”ujarnya. (mim/aro/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya