alexametrics

Pasar Ikan Higienis Sepi, Tak Terurus

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pasar Ikan Higienis (PIH) Mina Rejomulyo Semarang kondisinya sepi. Hanya ditempati beberapa penjual. Pengunjungnya tidak sampai sepuluh orang per hari. Kondisi bangunannya juga tidak terawat dengan baik.

Sekretaris Paguyuban PIH Mina Rejomulyo Mario mengatakan, tidak ada pandemi pun PIH sehari-harinya sangat sepi.

“Emang dasarnya dari dulu sepi dengan ditambah pandemi ini ya tambah sepi. Kondisi PIH itu hidup segan mati pun tak mau,” ucap Mario saat ditemui di outletnya Senin (12/10/2020).

Menurutnya, selama tujuh tahun berjualan, masih banyak orang Semarang yang belum tahu PIH. Kalau di Semarang sendiri yang lebih terkenal tempat untuk membeli ikan hias yaitu di Pasar Johar,” ucap Mario.

Baca juga:  Sesaji Rewanda Gua Kreo Kembali Digelar

Mario mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah berupaya meramaikan penjualan. Baik melalui online maupun promosi secara langsung. Namun hal tersebut tidak membuahkan hasil yang signifikan.

Pihaknya ingin Pemkot Semarang memperhatikan kondisi PIH. Termasuk meramaikannya. Sesuai rencana pemkot yang ingin menjadikannya sebagai sentra pasar ikan hias.

“Jadi semua pedagang ikan hias di Kota Semarang menjadi satu tempat. Seperti di Surabaya ada Pasar Ikan Hias Gunung Sari. Jadi kita tidak menarik pengunjung terlebih dahulu, melainkan mengumpulkan para pedagang ikan hias menjadi satu. Semakin banyak pedagang pasti akan banyak pengunjung yang datang,” ungkapnya.

Saat ini hanya ada sepuluh pedagang yang berjualan di PIH. Padahal dulu pedagang di sini berjumlah 15,” ujarnya.

Baca juga:  Tenteng Celurit, Pelajar SMP Kejar-Kejaran di Jalan Raya Jenarsari-Caruban

Mario menambahkan selama ini belum ada bantuan dari pemerintah buat pedagang ikan hias yang terdampak dari pandemi. “Kami sudah pernah mengajukan pada bulan Mei lalu terkait untuk bantuan. Akan tetapi sampai saat ini belum ada hasilnya,” ucapnya

Hal ini juga ditegaskan oleh pedagang ikan hias lainnya yang mengatakan kondisinya sangat sepi banget. “Saya sampai bangkrut, karena sepi banget di sini. Saya mau ngeluh ke siapa, juga tidak tau,” ujar penjual yang enggan menyebutkan nama. (cr1/zal/bas)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya