alexametrics

Pemkot Semarang Siapkan Rp 21 M untuk Makam Jabungan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemkot Semarang menyiapkan anggaran sebesar Rp 21 miliar untuk pembebasan lahan di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik. Rencananya, lahan ini akan digunakan untuk pemakaman umum bagi warga sekitar.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang Ali mengatakan, anggaran ini sudah dipersiapkan dalam APBD murni 2021. Total anggaran yang diterima oleh Disperkim sebesar Rp 238 miliar.

“Ada beberapa proyek besar, salah satunya adalah pembebasan lahan di Jabungan. Nantinya akan digunakan untuk area pemakaman, karena di sana belum ada tempat pemakaman umum,” kata Ali kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (9/10/2020).

Ia menjelaskan, kebutuhan lahan yang diperlukan sekitar 9 hektare. Sebenarnya program ini sudah dilakukan pada 2019, namun saat itu anggaran belum mencukupi. Kemudian dianggarkan pada 2020, namun terkena refocusing anggaran Covid-19.

Baca juga:  Prajurit TNI Gagalkan Penyelundupan Minyak

“Sudah dilakukan pengukuran, tim appraisal juga sudah melakukan penilaian. Tahun ini akan ada dua petak yang dibebaskan dari 14 petak yang ada,” jelasnya.

Anggaran 2021 mendatang, lanjut dia, sedikitnya ada sembilan prioritas proyek pembangunan, di antaranya peningkatan tanaman hutan Kota di Mijen sebesar Rp 2 miliar, pembuatan taman di Banyumanik, dan Rejomulyo yang menghabiskan anggaran total Rp 5 miliar, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan beberapa kegiatan lainnya.

“Untuk yang Rejomulyo dan Banyumanik ini sempat tertunda dua kali, yang terakhir karena ada refocusing,” bebernya.

Untuk anggaran yang paling besar, lanjut Ali, adalah anggaran pokok pikiran dewan (Pokir) jumlahnya sekitar Rp 82 miliar. Anggaran ini digunakan untuk memenuhi aspirasi masyarakat ketika para wakil rakyat melakukan reses.

Baca juga:  Edukasi Keluarga ODGJ

Disinggung kondisi pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU Jatisari, Ali menjelaskan jika lahan pemakaman di sana masih sangat mencukupi. “Masih digunakan 240 orang, total kita punya 14 hektare, sudah dipetakan, tapi untuk Covid-19 kita sediakan berapapun,” tegasnya.”Hoaks kalau ada kabar Semarang kekurangan lahan untuk mereka yang meninggal karena Covid-19,”tambahnya. (den/aro/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya