alexametrics

Kado Terindah Hendi-Ita sebelum Cuti

Terima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2020

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sehari sebelum cuti untuk mengikuti tahapan Pilwalkot Semarang 2020, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mendapatkan kado terindah dari Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (25/9/2020) kemarin. Keduanya menerima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2020 atas prestasi dan inovasi yang dilakukan dalam setahun terakhir.

Piala berbentuk pena warna emas dan bintang itu diserahkan oleh Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi kepada pasangan Hendi-Ita ini secara terpisah. Ikut mendampingi General Manager Iskandar, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto, serta jajaran manajemen.

Hendi mendapatkan penghargaan kategori ‘Penggagas dan Penggerak Program Tilik Kampung’. Sementara Ita menerima penghargaan sebagai ‘Penggerak Urban Farming di Kota Semarang’. Penyerahan Anugerah Jawa Pos Radar Semarang kali ini dikemas beda, menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. Tim Jawa Pos Radar Semarang datang langsung ke penerima penghargaan. Ini tentu berbeda dengan Anugerah Jawa Pos Radar Semarang tahun-tahun sebelumnya yang digelar meriah di hotel berbintang.

Baehaqi menyerahkan apresiasi tertinggi kepada Hendi di Gedung Moch Ichsan lantai 8. Di tempat itu, dipasang backdrop layaknya di acara awarding tahun lalu. Meski digelar sederhana, penyerahan Anugerah Jawa Pos Radar Semarang tetap penuh makna. Penyerahan penghargaan juga dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Semua mengenakan masker dan cuci tangan dengan hand sanitizer.

“Terobosan dan inovasi Pak Hendi sudah kita lihat dalam setahun terakhir. Pak Hendi adalah wali kota yang luar biasa, belakangan ini saat pandemi malah gencar tilik kampung menggerakkan masyarakat, membantu korban Covid-19,” kata Baehaqi.

Baca juga:  Media Harus Bisa Menjawab Kebutuhan Publik

Hebatnya, kata Baehaqi, dalam sehari Hendi bisa blusukan 9 hingga 10 tempat. Tentu ini membutuhkan energi yang besar dan menyita banyak waktu. “Dan di setiap tempat yang dikunjungi, Pak Hendi selalu disambut antusias warga. Ini menjadi bukti Pak Hendi sangat dicintai warganya,” pujinya.

Pria yang juga Direktur Jawa Pos Radar Kudus ini menilai, kemajuan Kota Semarang kian pesat. Bahkan, menurutnya, ke depan bisa mengalahkan Surabaya, Bandung, Makassar dan kota besar lainnya. Apalagi di bawah komando Hendi, saat ini sedang dibangun tempat wisata terbesar di Asia Tenggara.
“Pembangunan tol jika sudah jadi, maka porosnya Jawa adalah Jawa Tengah yakni Kota Semarang. Pak Hendi dengan program memajukan Semarang mulai dari kampung dan menggali potensinya sangat luar biasa,” tuturnya.

Wali Kota Hendrar Prihadi mengaku tersanjung saat menerima penghargaan dari Jawa Pos Radar Semarang. Apalagi penghargaan diterima sehari sebelum cuti.

“Ini kado terindah, bukan untuk saya saja. Tapi warga Kota Semarang juga. Kota Semarang bisa seperti ini karena dukungan warga, terutama dalam menciptakan fundamental pembangunan, yakni kondusifitas,” jelas pria yang akrab disapa Hendi ini.

Dikatakan, empat tahun lebih memimpin Kota Semarang, ia mencoba untuk terus membangkitkan rasa cinta masyarakat terhadap kotanya sendiri. Termasuk melakukan diskusi dengan berbagai pihak dengan mengambil progam bergerak bersama.
“Dulu setiap diskusi yang jadi perdebatan, ayam dulu atau telur dulu. Kalau nggak ada program ya nggak akan tuntas, dan tidak akan jalan,” katanya.

Dari situlah, Hendi megajak Pemkot Semarang berbenah, masyarakat pun harus menyadari mereka tinggal di Semarang, dari kerja, sekolah, menghirup nafas di Semarang. Kecintaan terhadap kota ini pun tidak boleh setengah-setengah.

Baca juga:  Wong Aman: Bergerak Bersama, Bantu Sesama

“Untuk PNS misalnya, nggak boleh kerja setengah kopling. Pelan-pelan kita perbaiki melalui revolusi mental, akhirnya PNS bisa bekerja happy namun sesuai dengan ketentuan, bisa mencurahkan skill dan ilmunya untuk pembangunan, sehingga masyarakat lebih nyaman,”jelasnya.

Dengan gencarnya pembangunan serta banyaknya kemajuan di Semarang, Hendi ingin masyarakat semakin bangga dengan kotanya. Ia bercerita, dulu setiap orang ditanya asalnya, banyak yang malu menyebut asal Kota Semarang. “Banyak yang mengaku dari Solo atau lainnya,” ujarnya.

Tapi, saat ini, orang Semarang di luar kota, sudah tidak malu lagi menyebut asalnya dari Kota Semarang. “Ini pertanda, apa yang kita lakukan, masyarakat dan Jawa Pos Radar Semarang lakukan dalam progress positif,” ucapnya.

Dengan kebanggaan terhadap Kota Semarang, dan pembangunan infastruktur yang ada, menurut dia, warga akan menjadi militan, di mana mereka akan taat pajak, membayar PBB dengan sukarela, dikarenakan muaranya dari pendapatan daerah ini akan dialokasikan ke pembangunan.

“Saya rasa, Jawa Pos Radar Semarang ini programnya keren-keren. Bisa membantu profil Kota Semarang dari pemberitaan sebagaimana mestinya, bahkan menggerakkan masyarakat untuk bergotong-royong. Saya harap empat tahun ke depan bisa berkolaborasi lagi,” harapnya.

Setelah memberikan penghargaan kepada Hendi, Jawa Pos Radar Semarang juga langsung memberikan penghargaan kepada Hevearita Gunaryanti Rahayu di kantornya. Mbak Ita –begitu ia disapa—dinilai sukses menggerakkan warga Kota Semarang melakukan urban farming (pertanian perkoataan) dengan memanfaatkan lahan terbatas, untuk mewujudkan ketahanan pangan serta penguatan ekonomi.

Baca juga:  Dubes Inggris Tawarkan Kerjasama Sektor Energi hingga Beasiswa Pendidikan

“Bu Ita ini hebat, beliau di berbagai kesempatan turun langsung ke kampung dan membuktikan kecintaannya terhadap tanaman konsumsi. Ini tidak banyak di kota besar, namun beliau bisa mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk menaman sayuran atau tanaman yang produktif,” kata Baehaqi.

Setelah mendapatkan penghargaan, Ita mengaku sangat terkesan, apalagi penghargaan ini diberikan sehari sebelum cuti. “Ini saya surprise banget, sebelumnya Jawa Pos Radar Semarang membantu pemberitaan yang luar biasa, dan ini saya malah mendapatkan penghargaan,” ucap Ita.

Ia menjelaskan, program urban farming yang dikampanyekan berasal dari inisiatifnya sendiri. Bahkan belum lama ini, Ita me-launching program Sekolah Berkebun Hebat, yang juga bisa dilihat masyarakat melalui website. “Alhamdulillah ternyata banyak yang antusias, dengan banyaknya petani perkotaan baru harapannya mereka sendiri bisa mendapatkan manfaatnya,” tuturnya.

Dalam website tersebut, lanjut Ita, mengajarkan bagaimana berkebun tanaman sayur dan buah yang biasa dikonsumsi sehari-hari lewat tutorial. Selain itu, juga sebagai cara mengedukasi masyarakat yang ingin belajar urban farming secara langsung dengan pakar-pakar tanaman.

“Masyarakat bisa ikut pelatihan dengan cara mendaftar di website, gratis tanpa biaya, antusiasmenya sangat tinggi. Bahkan jadwal sampai Desember sudah penuh,” katanya bangga.

Dengan penghargaan yang diterima, Ita mengaku lebih termotivasi untuk terus menggencarkan urban farming di Kota Semarang. Tujuannya, agar bisa tercipta kedaulatan pangan yang awalnya dari keluarga. “Nah ini bisa menjadi pondasi kita bisa mandiri, jika dalam satu keluarga melakukan dan menular ke warga lain di Kota Semarang, saya yakin ketahanan pangan bakal tercapai,” ujarnya. (den/aro/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya