alexametrics

Gojek Dinilai Tidak Fair

Belasan Driver Gocar ‘Duduki’ Kantor Gojek Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangBelasan mitra driver GoCar yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) menggelar aksi di depan Kantor Gojek Semarang di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (23/9/2020) siang. Mereka menuntut diaktifkannya kembali akun pribadi mereka yang telah ter-suspend. Para driver menilai manajemen Gojek tidak fair.

Dalam aksinya, para driver memarkir belasan mobil di depan kantor Gojek Semarang Jalan Siliwangi. Mereka membawa MMT bertuliskan tudingan terhadap pihak aplikator yang membohongi para driver. Tuntutan para driver juga disampaikan lewat tulisan dengan cat semprot di salah satu mobil mereka. Di antaranya, bertuliskan Kami Punya ASK, Mana Janjimu?; Gojek PHP; Gojek Bohong, dan Kami Hanya Minta Akun Kami Aktif.

Para driver yang mengenakan seragam ADO warna merah-hitam tampak kompak menggelar tikar dan mendirikan tenda persis di depan pintu gerbang masuk kantor Gojek Semarang. “Tuntutan kami adalah 17 akun yang ter-suspend bisa kembali diaktifkan,”kata Sekretaris DPD ADO Jateng Indrawan Wiratmo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menjelaskan, aksi ini terjadi lantaran pihak Gojek melakukan kebijakan verifikasi muka setiap driver GoCar. Tujuannya, untuk menghilangkan adanya perjokian, sehingga bisa meminimalkan tindak kejahatan. Dari verifikasi ini, sejumlah akun ter-suspend secara otomatis karena tidak sesuai.

Baca juga:  Pemkot Semarang Siapkan Rp 9 M untuk Program Jumat Berkah

“Akun joki di-off-kan. Namun akun awal kami yang sudah ter-suspend ini malah tidak bisa dihidupkan. Harusnya diganti atau dihidupkan. Tentu saja akun di luar kejahatan ataupun pelecehan seksual,” papar dia.

Ia mencontohkan, gara-gara verifikasi muka dan akun ter-suspend, banyak anggota ADO yang tidak bisa bekerja sejak April lalu. Bahkan ada anggotanya yang terpaksa mengembalikan mobil ke pihak leasing karena tidak mampu membayar angsuran.

“Kita sudah lakukan mediasi, namun tidak ada tanggapan. Nah kalau sudah dimatikan, kita bisa apa? Minimal harusnya ada penggantian akun atau aktivasi akun lama kami,” katanya.

Aksi diawali dengan penyampaian orasi dan tuntutan anggota ADO. Mereka bertahan di depan kantor Gojek dengan melanjutkan aksi mogok makan sampai pukul 18.00.

Pria yang akrab disapa Iwan ini menambahkan, sebelumnya ada 50 akun yang ter-suspend. Namun kini tersisa 17 anggota ADO yang tidak bisa bekerja.  “Sampai saat ini belum ada mediasi. Sebanyak 17 teman kami ini nasibnya masih terlunta-lunta, padahal ini mata pencaharian utama kami,”ujarnya.

Baca juga:  Overstay, Dua Warga Nigeria Dideportasi

Iwan menuding jika pihak Gojek tidak fair. Padahal sebelum melakukan aksi, ADO telah melayangkan surat pemberitahuan kepada manajemen Gojek. “Sudah ada suratnya, harusnya bersiap bukan malah lari dan membuat isu kalau kantor Gojek kena Covid-19.  Ini kan nggak fair,” jelasnya.

Koordinator aksi Astrid Jovanka menjelaskan, 100 persen anggota ADO mendukung kebijakan verifikasi muka yang diberlakukan Gojek. Bahkan ADO meminta kebijakan ini diberlakukan sebelum Gojek mengeluarkan kebijakan. “Salah satu alasannya karena kita telah mendukung program pemerintah lewat Dinas Perhubungan dengan Permenhub No 118, salah satunya adalah akun asli,” tuturnya.

Permasalahan timbul setelah akun joki ini di-suspend, pihak Gojek tidak menghidupkan akun asli anggota ADO. Padahal ADO telah meminta berkali-kali, namun belum ada realiasi dari janji yang diucapkan manajemen Gojek.

“Harusnya Gojek sadar legalnya juga di PM 118. Di situ dijelaskan bahwa DO (driver online) yang memiliki ASK wajib dapat fasilitas dari aplikator,” katanya.

Head Regional Corporate Affairs Gojek Jabar, Jateng dan DIJ Arum K. Prasodjo, menjelaskan, untuk melindungi keamanan akun mitra dan menjaga kepercayaan pelanggan, Gojek mewajibkan mitra untuk menggunakan akun miliknya sendiri. “Penggunaan akun milik orang lain (akun joki) tidak diperbolehkan dan merupakan pelanggaran terhadap Tata Tertib Gojek, sehingga akun tersebut akan dinonaktifkan,” tuturnya.

Baca juga:  SPBU Mini Perkuat Ekonomi Desa

Bersamaan dengan diluncurkan fitur verifikasi muka bagi seluruh mitra driver beberapa waktu lalu,  Gojek juga menjalankan program evaluasi akun joki. Ini merupakan program yang memberikan kesempatan bagi semua mitra yang menggunakan akun bukan atas nama yang bersangkutan namun aktif beroperasi.

“Akan diberikan satu kali kesempatan untuk dievaluasi akunnya. Apabila mitra lolos evaluasi, mitra akan diberikan akun miliknya sendiri dan akun sebelumnya  tersebut akan dinonaktifkan,”jelasnya.

Ia menjelaskan, jika proses evaluasi diukur dari penilaian terhadap kinerja akun tersebut serta ada-tidaknya pelanggaran berat seperti order fiktif, memakai aplikasi terlarang, menyelesaikan order tanpa mengantar, melakukan pelecehan terhadap pelanggan, dan pelanggaran berat lainnya.

“Kebijakan ini merupakan wujud transparansi serta empati dari Gojek untuk memberikan kesempatan mitra driver agar dapat terus bekerja mencari nafkah pada ekosistem Gojek dengan tetap mengedepankan prinsip keamanan dan sikap yang jujur,” katanya. (den/aro/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya