alexametrics

Kawasan Sunan Kuning Dirazia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Operasi yustisi kembali digelar oleh Satpol PP, TNI-Polri. Kali ini, petugas menyasar kawasan Argorejo atau Sunan Kuning, Jumat (18/9/2020) malam. Sampai di Argorejo, petugas langsung menyisir gang-gang yang ada. Satu per satu wisma karaoke yang ada dimasuki. Hasilnya, ditemukan 14 pengunjung dan warga setempat tidak menggunakan masker. Mereka langsung digiring untuk didata. Kebanyakan dari mereka mengaku lupa, karena hanya keluar rumah sebentar. Tanpa ampun, para pelanggar protokol kesehatan (prokes) langsung didata dan mendapatkan sanksi sosial berupa menghafalkan Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Tadi hanya keluar rumah sebentar, lupa pakai masker malah ada razia,” keluh salah satu warga yang terjaring.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, tingkat kepatuhan warga Argorejo termasuk pemandu karaoke termasuk bagus dan patut diapresiasi. “Dari puluhan wisma tadi, hanya 14 yang terjaring,” katanya.

Operasi yustisi yang juga menggandeng Dinas Kesehatan Kota Semarang ini juga melakukan sampling rapid test kepada 64 pemandu karaoke. Hasilnya pun cukup membanggakan karena sampling yang dilakukan nonreaktif.

Baca juga:  Wajah Baru Hiasi Ofisial Tim PSIS

Rapid test kita lakukan sampling, tidak ditemukan yang reaktif. Alhamdulillah semua non reaktif, kepatuhan protokol kesehatan mereka ternyata membuahkan hasil,” jelasnya.

Fajar berpesan, agar protokol kesehatan harus dipertahankan dengan baik. Pasalnya, jika sudah terjangkit dan positif Covid-19, akan lebih menyiksa. Selain itu, ia juga mewanti-wanti agar para pemandu karaoke tidak menerima jasa prostitusi.

“Kalau sudah positif sangat berat, mental kita pasti tertekan, saya minta ini dipertahankan. Kalau nemenin nyanyi ya nyanyi saja, karena sudah ditutup sebagai tempat prostitusi,” tuturnya.

Pembina paguyuban karaoke Argorejo Ari Istiadi mendukung penuh langkah antisipasi yang dilakukan Satpol PP, termasuk melakukan kegiatan rapid test secara sampling.

Sampling dilakukan random, dari RT 1 sampai RT 6, totalnya ada 64 orang. Hasilnya nonreaktif semua,” ujarnya.

Baca juga:  Kerja Keras Tingkatkan Mutu Pendidikan

Paguyuban, lanjut dia, mewanti-wanti pemilik tempat karaoke untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Juga setiap tempat karaoke wajib menyediakan tempat cuci tangan, pemandu karaoke pun diwajibkan memakai masker.

“Ini untuk temen-temen sendiri. Kalau ada yang positif kita yang susah. Pengunjung pun kita wajibkan pakai masker,”paparnya.

Upaya penegakan protokol kesehatan kemarin juga dilakukan di tempat-tempat keramaian. Selain mendapatkan sanksi sosial, pelanggar langsung di-rapid test. Hasilnya ditemukan puluhan pelanggar reaktif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang M Abdul Hakam mengatakan, hasil operasi yustisi pada Kamis (17/9/2020) lalu, ditemukan 11 orang reaktif. Meraka adalah pelanggar yang tidak menggunakan mesker.

“Langsung dibawa ke rumah dinas untuk karantina, hari ini (kemarin, Red) akan dilakukan swab test,” katanya, Jumat (18/9/2020) kemarin.

Gencarnya operasi yustisi, disiapkan 26 tempat tidur di tenda karantina. Jika hasil swab test nanti menunjukan negatif Covid-19, mereka diperbolehkan pulang. Jika tidak, mereka harus kembali menjalani karantina untuk sampai hasilnya negatif alias sembuh. “Kalau positif ya harus ‘umrah’ dulu 14 hari,” tuturnya sambil tersenyum.

Baca juga:  Tahun Tikus Logam Tahun Bagus

Dengan temuan kasus ini, lanjut dia, menjadi salah satu bukti jika penularan korona bisa dicegah dengan protokol kesehatan yang ketat. Dari data yang ada, Hakam menjelaskan jika kepatuhan prokol kesehatan dipengaruhi oleh budaya  serta kebiasaan masyarakat.

“Kalau kepatuhannya rendah, kasus di wilayah ini tinggi. Dari 16 kecamatan, ada wilayah yang kepatuhan protokol kesehatannya rendah,” bebernya.

Dibentuknya Kampung Siaga Candi Hebat juga berpengaruh pada protokol kesehatan. Biasanya warga akan lebih tertib meski persentasenya lebih tinggi 5 persen dibandingkan yang belum terbentuk. “Paling rendah adalah kesadaran cuci tangan dan menjaga jarak, kadang kalau sudah pakai masker, mereka lupa dua hal ini,” paparnya. (den/mg6/mg13/mg14/aro/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya