alexametrics

Padukan Kebaya Budaya Bali dan Jawa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Mengusung tema Galuh Hapsari, desainer Saif Kasyrajh berhasil mengakulturasikan budaya Bali dan kebaya adat Jawa. Hasilnya jauh lebih elegan dengan sentuhan modern khas Eropa klasik.

Untuk tetap mengusung budaya Jateng, Saif lebih memilih menggunakan Tenun Troso yang dibalutkan pada bagian dada kebaya dengan cutting bawahan berbelahan tinggi.

“Kebanyakan pasangannya kebaya adalah batik. Nah ini saya coba kolaborasikan dengan tenun Troso,” ujar Saif di sela fashion show virtual ketiga yang digelar Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang.

Tentu saja, busana pernikahan yang ia rancang semakin mempesona dengan dominasi warna putih. Ia berhasil menyampaikan pesan bahwa busana memiliki kesan suci seperti mahkota surgawi. “Karya ini, saya dedikasikan kepada teman saya yang sudah berada di surga,” pungkasnya.

Baca juga:  Gaet Milenial, Bidik Empat Kepala Daerah

Fashion show virtual ini diikuti enam desainer yang tergabung dalam Komunitas Semarang Wedding Designer (Wedder). Ketua Komunitas Wedder Yunius Mujianto menuturkan saat ini industri fashion pernikahan mulai bangkit. Seiring dengan diperbolehkannya menggelar pernikahan. Meskipun tetap mengusung konsep new normal. “Kami siap beradaptasi dengan situasi baru,” ujarnya.

Pihaknya tidak ingin membuang kesempatan tersebut. Bersama dengan para desainer lain, mulai memamerkan tren busana pernikahan terbaru hasil karyanya kepada masyarakat luas. Harapannya, semakin banyak yang mengenal dan tertarik menggunakan produk fashion wedding milik desainer lokal Semarang. “Saat ini, tren busana pernikahan yang multi fungsi. Tidak hanya untuk akad, tapi bisa untuk resepsi juga,” lanjutnya.

Baca juga:  Rumah Roboh, Warga Kuningan Semarang Butuh Bantuan

Sementara itu, Kepala BBPLK Semarang Edy Susanto menuturkan para desainer yang ikut dalam kolaborasi kali ini merupakan mantan alumni BBPLK Semarang. “Setelah mereka lulus, kami tidak langsung putus hubungan dengan alumni. Tapi masih kami pantau dan jalin komunikasi,” pungkasnya. (akm/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya