alexametrics

Judi Sabung Ayam di Pasar Banjardowo Marak Lagi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Di tengah pandemi Covid-19, judi sabung ayam masih marak di Pasar Satwa Banjardowo, Genuk. Puluhan warga bergerombol di arena sabung ayam tanpa menerapkan protokol kesehatan. Mereka tak hanya datang dari Kota Semarang, namun juga berasal dari luar kota.

Menurut salah satu pemilik warung di pasar yang dulu bernama Pasar Banjardowo ini, aktivitas sabung ayam digelar setiap hari. “Setiap hari ada adu ayam. Kalau di sini ramainya setiap hari Sabtu, Minggu, dan Senin. Biasanya mulai pukul 14.00-15.00,” jelas ibu pemilik warung kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pengamatan Jawa Pos Radar Semarang, lokasi arena sabung ayam utama berada di samping bangunan pasar yang baru. Tepatnya di tengah-tengah kios lama. Ada dua arena atau ring adu ayam, masing-masing berukuran 3×3 meter. Di tepian ring disediakan kursi panjang untuk penonton. Terdapat pula arena berlatih dengan ukuran lebih kecil berada di lorong pasar.

Baca juga:  Warga Ngasinan Srondol Kulon Masih Waswas Longsor

Salah satu penonton bercerita, setiap harinya ada dua sampai tiga botoh (penyabung ayam). Mereka berasal dari beberapa daerah, di antaranya Semarang, Kudus, dan Demak. Para botoh membawa beberapa ekor ayam petarung, meski tak semuanya diadu.

“Yang saya bawa ini (ayam) jenis Mangon dan Birma,” kata salah satu penyabung ayam berinisial T.

Saat sabung ayam dimulai, koran ini ikut menonton. Berdiri mengitari arena sabung ayam. Kurang lebih ada 70 orang yang terdiri atas penyabung dan penonton. Selain penyabung, penonton yang hadir ikut judi taruhan. Mereka terlihat tidak menerapkan protokol kesehatan. Hanya beberapa orang saja yang mengenakan masker. Ancaman penyebaran Covid-19 tampaknya tidak terlalu digubris. Para penonton saling berhimpitan mengelilingi ring. Tampak seorang anak ikut menonton. Di antara penonton ada yang mengabadikan lewat kamera handphone.

“Mayoritas yang ada hadir di sini adalah warga lokal,” terang penonton lainnya berinisial B.

Baca juga:  ASN Tukarkan Elpiji Subsidi

Para botoh ayam berjudi minimal Rp 2 juta. Sedangkan penonton taruhan mulai Rp 25 ribu hingga jutaan rupiah. Jika jenis ayam bagus dan para botoh bersepakat, nominal judi bisa mencapai Rp 10 juta. Kesepakatan nominal taruhan dilakukan secara lisan. Setelah salah satu ayam petarung kalah, uang taruhan baru dikeluarkan.

Informasi yang didapat koran ini, ayam petarung dikelompokkan berdasarkan bobot ayam. Pertarungan digelar dalam tiga ronde. Masing-masing ronde berlangsung selama 15 menit. Kemudian ayam dibiarkan istirahat selama 5 menit, dibasuh dengan air sebelum siap bertanding kembali. Sebelum ayam bertarung, paruh ayam diolesi dengan kunyit untuk memulihkan kondisinya. Dalam sabung ayam itu, ayam yang menghindar dari ayam lawannya dinyatakan kalah.

Baca juga:  Bantu Sembako Warga Kurang Mampu

Sabung ayam di Pasar Satwa Banjordowo diketahui sudah berlangsung lama. Meski sudah pernah digerebek karena ada praktik perjudian, kini kambuh lagi. Entah mengapa aparat kepolisian tidak bertindak kembali. Padahal aktivitas judi sabung ayam ini dilakukan terang-terangan.

Pasar Banjardowo sendiri sudah dijadikan pasar satwa oleh Pemkot Semarang. Namun aktivitas jual beli satwa di pasar ini tak terlihat. Ratusan kios yang mengelilingi arena sabung ayam tampak mangkrak.  Hanya ada beberapa kios yang buka. Misalnya, bagian luar pasar, hanya kios sembako dan cukur rambut. Sedangkan di bagian dalam hanya ada sejumlah warung makan. Warung ini lebih banyak melayani para pengunjung sabung ayam. (mg4/mg5/aro/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya