alexametrics

Memacu Adrenalin di Atas Jet Ski

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangAda pemandangan yang berbeda jika kita mengunjungi Pantai Marina Semarang saat ini. Mata kita akan terbiasa melihat orang-orang berseliweran dengan mengendarai jet ski.

Benar saja wisatawan Pantai Marina saat ini bisa menikmati wisata pantai sambil bermain jet ski yang dikelola oleh Jet Ski Safari Semarang sekaligus bisa mengasah adrenalin. “Kita kan wisatanya gitu-gitu aja. Bosen. Makanya kita coba sesuatu yang berbeda. Makannya dengan fasilitas yang ada di Semarang, kita manfaatkan dengan olahraga air. Karena potensinya besar cuma belum ada yang menggarap sampai sekarang,” kata Pandu Aristiawan, pengelola Jet Ski Safari Semarang.

Jet Ski Safari Semarang kata Pandu merupakan cabang dari Jet Ski Safari Indonesia. “CEO dari Jet Ski Safari Indonesia adalah Puteri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri, yang berasal dari Jawa Tengah,” sambungnya.

Baca juga:  Gratiskan Rusunawa, Hendi: Bansos Tak Hanya Paket Sembako

Pandu menambahkan, dipilihnya pantai Marina karena tempat tersebut memiliki akses yang memadai dibandingkan pantai lainnya. Jet Ski Safari Semarang sendiri buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00.“Kita startnya dari angka Rp 250 ribu per 15 menit. Kalau di Jakarta tidak ada 15 menit, di sana minimal tiga jam. Cuma bedanya adalah kita menggunakan jet ski terbaru,” tuturnya.

Disinggung mengnai keamanan, Pandu mengatakan jika keluar laut, pengendara jet ski tetap didampingi oleh instruktur dengan mengendarai jet ski yang berbeda.“Mungkin kalau di tempat lain atau di beberapa tempat naik jet ski itu didampingi di belakang oleh instruktur, kalau kita tidak. Kita ajari dulu, karena sekarang jauh lebih mudah, jauh lebih modern, jauh lebih stabil. Jadi orang bisa nyetir sendiri setelah kita ajarkan selama beberapa menit,” sambungnya.

Baca juga:  Hilangkan Mindset Tak Datang Pasti Menang

Hadirnya Jet Ski Safari Semarang bukan tanpa hambatan. Sejak dimulai awal tahun 2020 lalu, Jet Ski Safari Semarang sempat berhenti total selama dua bulan karena terdampak pandemi. Kemudian kembali beroperasi pada bulan Juli lalu.“Pak Hendrar Prihadi (Wali Kota Semarang, red) dan Pak Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng, red) juga sudahkesini,” pungkas pandu. (mg6/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya