alexametrics

Dua Trase Proyek SORR Ditarget Selesai Lima Tahun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pandemi Covid-19, proyek Semarang Outer Ring Road (SORR) atau jalur lingkar luar sempat terkatung-katung. Rencananya, proyek tersebut akan kembali dilanjutkan pada 2021 mendatang. Selama lima tahun ke depan ditargetkan dua trase atau tahap bisa terselesaikan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, ada beberapa trase yang harus diselesaikan. “Tahun depan kita anggarkan, untuk trase pertama dan kedua,” katanya, kemarin.

Pembangunan SORR sendiri, ada beberapa trase, yakni trase pertama Mangkang-Mijen, trase kedua Mijen – Gunungpati, trase ketiga Gunungpati – Banyumanik, dan trase keempat Banyumanik – Pedurungan.”Rencana anggaran pembebasan lahan untuk dua section yaitu Mangkang-Mijen dan Mijen-Gunungpati bisa klir untuk dua trase ini,” jelasnya.

Baca juga:  Pedagang Keluhkan Atap Pasar Johar Bocor

Untuk flyover atau jembatam penghubung Srondol-Banyumanik yang rencananya akan dibangun dan telah masuk dalam Perpres juga merupakan bagian dari trase ketiga. “Ini bagian trase ketiga, tugas pemkot menyelesaikan jalan setelah jembatan penghubung jadi,” terangnya.

Hendi berharap, DPRD Kota Semarang dapat menggedok anggaran pembebasan lahan untuk proyek SORR tersebut. Sehingga proyek yang sempat tertunda ini bisa kembali berjalan.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman mengaku sangat mendukung rencana pemkot dengan mendukung anggaran yang dibutuhkan.”Kita mendukung sejauh proyek ini memang untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Pilus, sapaan akrabnya menjelaskan, jika pembebasan lahan sebelumnya telah dilakukan pada trase pertama. Rencananya akan kembali digelontorkan anggaran pembebasan lahan lanjutan sebesar Rp 45 miliar.

Baca juga:  Tingkatkan Transaksi, Pegadaian Gelar Program Gempita Lebaran

“Kendalanya ada warga yang keberatan dan minta digeser, yakni di daerah Kelurahan Wonosari. Namun kalau digeser masuknya sudah wilayah Kendal,” jelasnya.

Rencananya, akan terus dilakukan sosialisasi terkait pembebasan lanjutan, terutama kepada warga yang belum menerima ganti rugi.

“Masyarakat yang kena dampak itu belum tentu senang. Mereka ada yang ingin harga dinaikkan. Intinya pembangunan ini untuk Kota Semarang ke depan. Kami sudah sosialisasikan itu,” jelasnya. (den/aro/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya