alexametrics

Lima Alat Berat Dikerahkan Keruk Drainase Bubakan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang melakukan pembongkaran plat untuk pengerukan dan normalisasi drainase Bubakan. Dengan memanfaatkan penutupan jalan dalam proses pembangunan Museum Bubakan.

“Mumpung sedang dilakukan pembangunan Museum Bubakan dan Kawasan Kota Lama oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kami sekalian melakukan normalisasi dengan membersihkan drainase. Tempat ini menjadi titik banjir ketika hujan melanda,” kata Kepala DPU Kota Semarang, Sih Rianung kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (27/8/2020) kemarin.

Menurutnya, drainase di Bubakan cepat mengalami pendangkalan atau sedimentasi. Padahal, beberapa saluran air terkoneksi ke Bubakan. Makanya, kerap mampet dan menimbulkan genangan yang cukup lama saat hujan lebat terjadi di Kota Semarang. “Disana kalau hujan sering terjadi genangan, meski kami sudah melakukan pembersihan dan perawatan rutin,” katanya.

Baca juga:  Unikal Siap Komitmen Tangkal Covid

Selama proses pembangunan museum ini, Bundaran Bubakan akan ditutup oleh  Kementrian PUPR beberapa bulan ke depan. Pihaknya sengaja manfaatkan waktu penutupan jalan tersebut untuk membersihkan saluran.

Saat ini, sudah ada lima alat berat yang diturunkan. DPU juga memindahkan paving yang nantinya akan digunakan kembali di wilayah Genuk dan Pedurungan. “Proyek ini sekaligus untuk mendukung pembangunan Museum Bubakan,” tambahnya.

Kegiatan pembersihan saluran Bubakan, menyesuaikan dengan pembagian segmen pembangunan museum. Pada segmen satu, dilakukan pembersihan saluran menuju ke Bubakan atau Jalan Agus Salim (arah timur).

“Kegiatan pembersihan dibagi atas empat bagian pengerjaan, sesuai dengan segmen yang telah dibagi. Jadi, kami menutup jalan di sekitar lokasi sekaligus melakukan proses pembersihan saluran,” tuturnya.

Baca juga:  Meski Zona Kuning, Warga Tetap Harus Disiplin

Permasalahan banjir, lanjut Rianung, menjadi skala prioritas yang dilakukan DPU Kota Semarang di masa pandemi Covid-19 saat ini. Selain Bubakan, proses normalisasi Sungai Beringin pun menjadi prioritas DPU.

Dalam anggaran perubahan, Rianung mengaku mendapatkan anggaran dana sekitar Rp 30 miliar. Anggaran tambahan ini, rencananya akan digunakan untuk pelayanan masyarakat terutama di bidang infastruktur yang sempat tertunda akibat refocusing anggaran. “Kami gunakan ke padat karya, misalnya perbaikan dan perawatan saluran atau jalan yang rusak,” katanya.

Sedangkan anggaran tambahan ini, akan digunakan untuk persiapan musim hujan yang sebentar lagi tiba. Pengentasan rob dan banjir, menjadi salah satu fokus utama, misalnya pengerukan sedimentasi yang ada di saluran air dan pembelian bahan bakar minyak (BBM) untuk rumah pompa. “Nanti untuk BBM juga, rumah pompa tetap akan kami siagakan,” pungkasnya.

Baca juga:  Tak Naikkan Harga, Kurangi Isi Bawang Goreng

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Muhammad Afif meminta, DPU melakukan pemetaan untuk mengentaskan banjir di Kota Semarang. Misalnya, melakukan pengerukan sedimentasi atau normalisasi sungai yang berpotensi menyebabkan banjir saat musim hujan.

“Harus dipetakan, mana yang perlu dilakukan antisipasi banjir atau rob. Setelah dipetakan, langsung dilakukan pengerukan atau normalisasi. Program ini harus menjadi skala prioritas DPU, tentunya dengan maksimalkan sisa anggaran yang dimiliki,” katanya. (den/ida/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya